Alasan Ridwan Kamil Mengungkap Jonggol Batal Jadi Ibu Kota RI

by -147 Views
Alasan Ridwan Kamil Mengungkap Jonggol Batal Jadi Ibu Kota RI

Mantan Gubernur Jawa Barat yang kini menjadi Kurator Pembangunan IKN, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) sudah ada sejak zaman pemerintah Kolonial Belanda. Kemudian berlanjut di era Orde Lama dan Orde Baru, kemudian baru teralisasi di zaman Presiden Joko Widodo.
Pada zaman Kolonial Belanda, pemindahan Ibu Kota direncanakan ke Kota Bandung. Namun tak jadi karena Jepang masuk dan menjajah Indonesia pada tahun 1942.
“IKN pemerintah kolonial Belanda: Kota Bandung (ga jadi karena Jepang datang),” ungkap Ridwan Kamil dikutip dari akun media sosial Instagram miliknya @ridwankamil, Rabu (27/12/2023).
Sementara itu di era Orde Lama atau pada saat Presiden Sukarno berkuasa, pemindahan ibu kota direncanakan ke Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Namun lagi-lagi rencana itu batal. Kemudian di era Orde Baru, ibu kota Indonesia rencana dipindahkan oleh Presiden Soeharto tetapi batal lagi.
“IKN Orde Baru: Jonggol Bogor (tidak jadi keburu reformasi),” sebutnya.
Baru di zaman Presiden Jokowi pemindahan ibu kota betul-betul dilakukan. Jokowi memindahkan ibu kota Indonesia ke Penajem Paser Utara, Kalimantan Timur.
“IKN Nusantara: Kab Penajam Paser Utara Kaltim (berproses dan tahap pembangunan),” ucapnya.
Ridwan Kamil juga bilang IKN sedang membangun lebih dari 30 proyek swasta dengan total nilai investasi swasta sebesar lebih Rp 40 triliun. Sudah ada 3 rumah sakit swasta yang sudah ground breaking, hotel bintang 5 dan 3, apartemen, perkantoran, superblok, Mal Pakuwon dan lain-lain.
“Jadi tidak benar jika tidak ada investor satu pun yang membangun di IKN sekarang. Semoga kita selalu bijak jika menyangkut dengan data,” sebut Ridwan Kamil.