Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan Selasa pekan ini seiring pelemahan rupiah hingga sekitar Rp17.847 per dolar AS. Kondisi tersebut, menurut Nafan, meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar keuangan dan potensi arus modal asing.
Tekanan terlihat dari dominasi saham yang bergerak turun. Sebanyak 533 saham melemah, sedangkan 139 saham menguat dan 118 saham lainnya tidak berubah. Dalam perdagangan tersebut, IHSG mencatat level tertinggi 6.423,83, sementara level resistance berada di 6.258,43.
Investor menanti keputusan Bank Indonesia
Pergerakan pasar juga dipengaruhi sikap investor yang memilih menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22–23 September. Ketidakpastian menjelang agenda tersebut membuat sebagian pelaku pasar menahan diri untuk mengambil posisi baru.
“Investor juga sedang menunggu hasil RDG Bank Indonesia 22–23 September, sehingga sebagian pelaku pasar cenderung melakukan wait and see,” ujar Nafan.
Data perdagangan menunjukkan aktivitas transaksi tetap tinggi. Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.161.563 kali dengan volume 33,7 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat Rp14,5 triliun. Pada saat yang sama, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.846.
Hampir seluruh sektor saham melemah
Pelemahan IHSG berlangsung di tengah tekanan pada mayoritas sektor saham. Hanya sektor consumer siklikal yang mampu menguat, dengan kenaikan 0,33 persen.
Sektor energi menjadi kelompok dengan koreksi terdalam, yakni 2,76 persen. Setelah itu, sektor industri turun 2,31 persen dan sektor properti terpangkas 2,01 persen. Sektor basic juga melemah 1,97 persen, sedangkan consumer nonsiklikal turun 1,48 persen.
Penurunan turut terjadi pada sektor kesehatan yang merosot 0,74 persen dan sektor keuangan yang tergelincir 0,85 persen. Sektor teknologi susut 1,59 persen, sektor infrastruktur turun 0,66 persen, sementara sektor transportasi terperosok 1,35 persen.
Pergerakan rupiah dan sikap wait and see menjelang keputusan Bank Indonesia menjadi perhatian dalam perdagangan tersebut. Investor kini menanti hasil RDG BI yang berlangsung pada 22–23 September.





