IHSG Uji 6.370, Rekomendasi Saham Analis 22 September 2026

by -87 Views

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi risiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa, 22 September 2026. Setelah turun 0,88 persen ke level 6.384 pada sesi sebelumnya, indeks masih dibayangi tekanan jual dan berpotensi kembali menguji area 6.290-6.370.

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berada pada bagian wave iv dari wave © pada label hitam. Karena itu, indeks dinilai masih rawan bergerak turun untuk menguji kembali rentang tersebut.

“Kami perkirakan, IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave © pada label hitam, sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6.290-6.370,” ujar Herditya dalam catatannya.

Level penting IHSG

Meski demikian, peluang pemulihan tetap terbuka apabila IHSG mampu bertahan di atas level 6.370. Dalam skenario tersebut, indeks berpeluang menguat menuju kisaran 6.541-6.581.

MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG pada 6.371 dan 6.279. Sementara itu, area resistance berada di 6.585 dan 6.633. Adapun PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguat secara terbatas dengan rentang support-resistance di level 6.320-6.535.

Pergerakan indeks pada perdagangan sebelumnya menjadi perhatian karena pelemahan terjadi ketika tekanan jual masih mendominasi. Kondisi tersebut membuat investor perlu mencermati kemampuan IHSG mempertahankan area support sebelum mengambil posisi.

Pilihan saham dari analis

Untuk perdagangan Selasa, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan tiga saham, yakni PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), dan PT Astraindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).

Sementara itu, Herditya memilih PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). Dua di antaranya, ASII dan BBNI, disertai rincian strategi teknikal.

Rincian rekomendasi teknikal

Untuk ASII, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Trading Buy pada rentang 4.790-4.820. Saham tersebut terkoreksi ke 4.820, tetapi muncul volume pembelian dan pergerakannya masih tertahan oleh MA20. Herditya memperkirakan posisi ASII berada pada awal wave [c] dari wave B pada label hitam.

Target harga ASII berada di 4.990 dan 5.200, dengan batas stop loss di bawah 4.770.

Untuk BBNI, strategi yang diberikan adalah Buy on Weakness pada kisaran 3.440-3.550. Saham BBNI turun 0,82 persen ke 3.620 dan masih berada dalam tekanan jual, meski koreksinya tertahan oleh MA60. Posisi saham ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b].

Target harga BBNI ditetapkan di 3.720 dan 3.880, sedangkan batas stop loss berada di bawah 3.400.

Source link