Mondial Investama Indonesia Naikkan Kepemilikan Saham PT Dyandra Media International Tbk
Pada akhir Agustus 2026, Mondial Investama Indonesia, pemegang saham PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), memutuskan untuk menambah kepemilikan saham DYAN. Tindakan pembelian saham ini dilakukan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang perusahaan tersebut.
Investasi Jangka Panjang
Mondial Investama Indonesia melakukan pembelian saham DYAN sebanyak 56.522.000 dengan harga Rp 230 per saham pada tanggal 31 Agustus 2026. Dengan transaksi ini, total nilai pembelian saham DYAN mencapai Rp 13 miliar. Menurut keterangan resmi yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), langkah ini diambil dengan tujuan investasi jangka panjang serta sebagai bagian dari kepemilikan langsung perusahaan.
Meskipun Mondial Investama Indonesia meningkatkan kepemilikan sahamnya, perusahaan tersebut bukanlah pengendali utama dari PT Dyandra Media International Tbk.
Kepemilikan Saham
Dengan pembelian saham tersebut, Mondial Investama Indonesia kini memiliki 6,59% saham DYAN, setara dengan 281.626.964 unit saham DYAN. Sebelumnya, kepemilikan saham Mondial Investama Indonesia hanya sebesar 5,27%, atau setara dengan 225.104.964 unit saham DYAN.
Di tengah aksi pembelian saham tersebut, harga saham DYAN diperdagangkan stagnan di harga Rp 89 per saham. Harga tertinggi saham DYAN mencapai Rp 90 dan terendah di Rp 87. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 472 kali dengan volume perdagangan sebanyak 47.465 saham. Nilai transaksi harian saham DYAN mencapai Rp 418,2 juta dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 380,29 miliar.
Koreksi IHSG dan Pengaruh Terhadap Pasar Saham
Meskipun aksi pembelian saham oleh Mondial Investama Indonesia terjadi, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mengalami koreksi dan berada di zona merah pada penutupan perdagangan saham Rabu. Koreksi ini terjadi di tengah penguatan sektor saham teknologi dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang stabil di kisaran 17.753.
Berdasarkan data Real Time Indonesia (RTI), IHSG ditutup turun 0,06% menjadi 6.596,77, sedangkan indeks saham LQ45 terpangkas 0,39% menjadi 651,87. Koreksi ini mengindikasikan tekanan pada sebagian besar indeks saham acuan di pasar.





