IHSG Melonjak 1,09%, Saham Transportasi Memimpin
Pada perdagangan saham Kamis, IHSG mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,09% dan ditutup pada angka 6.687,89. Penguatan IHSG didorong oleh mayoritas sektor saham yang menguat dan posisi dolar Amerika Serikat yang kuat terhadap rupiah.
Kenaikan Dibarengi dengan Penguatan Komoditas Emas dan Batu Bara
Menurut analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, penguatan IHSG juga dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas emas dan batu bara. Selain itu, nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar AS juga turut mendukung kenaikan IHSG.
Pada sesi kedua perdagangan, IHSG mencapai level tertinggi di 6.681,83 dan level terendah di 6.614,71. Sebanyak 402 saham menguat, 213 saham melemah, dan 180 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.497.750 kali dengan volume perdagangan saham sebanyak 40,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 18,6 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 17.646.
Penyebab Kenaikan dan Penurunan Saham
Dari 11 sektor saham yang ada, dua sektor mengalami tekanan. Sektor saham teknologi menjadi sektor dengan koreksi terbesar, mengalami penurunan sebesar 1,62%. Sedangkan sektor saham kesehatan mengalami penurunan tipis sebesar 0,02%. Di sisi lain, sektor saham transportasi menjadi yang mengalami kenaikan terbesar dengan lonjakan sebesar 2,45%. Sektor saham industri naik 1,89%, consumer nonsiklikal naik 1,62%, dan basic naik 1,47%.
Sementara sektor saham energi naik 1,36%, consumer siklikal naik 0,41%, keuangan naik 0,81%, properti naik 1,4%, dan infrastruktur naik 0,85%.
Pada perdagangan saham Kamis, saham CBRE mengalami kenaikan sebesar 0,70% menjadi Rp 715 per saham. Saham CBRE dibuka turun namun berhasil rebound ke angka Rp 705 per saham. Harga saham CBRE berfluktuasi antara Rp 745 dan Rp 685 per saham dengan total frekuensi perdagangan sebanyak 4.232 kali dan volume perdagangan mencapai 1.030.294 saham dengan nilai transaksi harian sebesar Rp 72,5 miliar.





