Pecat Presiden: Langkah Terbaru Parlemen Bersih-Bersih Rezim

by -94 Views

Parlemen Hungaria Pecat Presiden dan Bersih-Bersih Rezim Lama

Jakarta, CNBC Indonesia – Parlemen Hungaria secara resmi menyetujui amendemen konstitusi untuk mencopot Presiden Tamas Sulyok dari jabatannya yang sebagian besar bersifat seremonial. Langkah politik ini menjadi manuver terbaru dari pemerintahan baru untuk membongkar total kekuasaan figur-figur yang beraliansi dengan mantan Perdana Menteri (PM) Viktor Orban.

Mengutip laporan Al Jazeera, Selasa (14/7/2026), keputusan krusial tersebut disahkan pada hari Senin melalui pemungutan suara dengan hasil mutlak 139 suara mendukung dan hanya enam suara yang menolak. Kebijakan ini akan segera mengakhiri masa jabatan Sulyok secara sepihak dan membuka jalan bagi parlemen untuk memilih kepala negara yang baru.

Menyapu Bersih Tatanan Lama

Parlemen Hungaria sebelumnya memilih Sulyok, yang merupakan mantan ketua Mahkamah Konstitusi, pada Februari 2024 untuk menggantikan Katalin Novak yang mengundurkan diri akibat skandal pengampunan pelaku kekerasan seksual anak. Namun, hanya beberapa hari setelah Partai Tisza mengamankan mayoritas dua pertiga kursi parlemen pada April lalu, PM Peter Magyar langsung menyatakan bahwa Sulyok sudah tidak layak lagi untuk menjadi simbol persatuan bangsa Hungaria.

“Tidak layak untuk mewujudkan persatuan bangsa Hungaria,” tegas Magyar sesaat setelah memenangkan pemilu dan menuntut Sulyok segera menanggalkan jabatannya begitu pemerintahan baru resmi terbentuk.

Memasuki bulan Juni, setelah tenggat waktu yang diberikan untuk mundur secara sukarela dilewati oleh sang presiden, Magyar secara terbuka melabeli Sulyok sebagai boneka politik dari Viktor Orban. Ia kemudian meluncurkan program reformasi radikal bertajuk “Operasi Api Pembersih” yang dirancang khusus untuk merombak total konstitusi negara, membersihkan institusi publik, serta mendirikan kantor pemberantasan korupsi yang independen.

Source link