Perang Iran Menjadi Bumerang: AS Kehabisan Rudal Unggulan

by -101 Views

AS Kehabisan Persediaan Rudal dalam Konflik dengan Iran

Jakarta, CNBC Indonesia – Persediaan rudal utama militer Amerika Serikat (AS) terus menyusut seiring memanasnya kembali konflik dengan Iran. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengurangi kesiapan Washington menghadapi potensi perang lain, termasuk jika terjadi konflik dengan China maupun Korea Utara.

Menurut analis pertahanan Center for Strategic and International Studies (CSIS) sekaligus mantan kolonel Korps Marinir AS, Mark Cancian, persediaan rudal terus terkikis akibat laju konflik yang cepat. Operasi Epic Fury telah menghabiskan ribuan rudal presisi jarak jauh serta rudal pertahanan udara militer AS dalam menghadapi Iran. Michael O’Hanlon dari Brookings Institution menyatakan bahwa stok amunisi saat ini jauh dari ideal.

Stok Persediaan Rudal Menipis

Analisis CSIS menunjukkan bahwa sebelum pertempuran besar dengan Iran mereda pada April lalu, Pentagon telah menggunakan sebagian besar stok pencegat rudal balistik THAAD, rudal Patriot, serta rudal jelajah Tomahawk. Sementara upaya untuk mengisi kembali stok terbatas, dengan estimasi pengembalian stok ke level sebelum perang membutuhkan waktu minimal tiga tahun.

Peneliti senior American Enterprise Institute, Elaine McCusker, memperkirakan bahwa proses pemulihan persediaan amunisi akan berlangsung lama, dihitung dalam tahun. Kongres juga belum mengalokasikan dana khusus untuk mengganti rudal yang telah digunakan sejak konflik dimulai, meskipun pemerintahan Presiden Donald Trump telah meminta tambahan anggaran.

Usaha Meningkatkan Produksi dan Kerja Sama dengan Mitra

Pentagon tengah mempercepat perluasan kapasitas industri pertahanan dan memberikan lisensi untuk memproduksi rudal Patriot kepada negara mitra, seperti Jerman dan Ukraina. Namun, upaya ini tidak berjalan cepat dan butuh waktu sebelum stok dapat pulih sepenuhnya.

Meski Pentagon masih memastikan kemampuan penuh militer AS dalam menjalankan operasi, analis memperingatkan bahwa pengurasan stok rudal secara terus-menerus dapat mengikis daya tangkal AS dalam jangka panjang terhadap China maupun Korea Utara.

Source link