Ongkos Kapal China Naik Akibat Krisis di Hormuz, Dampaknya bagi RI

by -102 Views

Krisis di Selat Hormuz Memicu Harga Bawang Putih Merangkak Naik di Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga bawang putih di Indonesia mengalami lonjakan akibat devaluasi rupiah terhadap dolar AS dan meningkatnya biaya distribusi dari China, negara pemasok utama bawang putih ke Tanah Air. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyoroti krisis di Selat Hormuz sebagai faktor pendorong kenaikan harga tersebut.

Krisis Selat Hormuz Meningkatkan Ongkos Logistik dari China

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, menjelaskan bahwa kenaikan harga bawang putih terkait dengan pelemahan nilai tukar rupiah dan biaya distribusi yang semakin tinggi. Gangguan di Selat Hormuz mempengaruhi jalur pelayaran internasional dan menyebabkan lonjakan biaya logistik dari China ke Indonesia.

Meskipun harga bawang putih di dalam negeri masih di atas Harga Acuan Penjualan (HAP), kenaikan harga terjadi secara signifikan. Pada 10 Juli 2026, harga eceran nasional bawang putih mencapai Rp39.315 per kg, melebihi HAP yang ditetapkan oleh Bapanas.

Upaya untuk Meredakan Harga Bawang Putih

Sebagai upaya menekan harga bawang putih, Kemendag berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri untuk mengubah pola distribusi bawang putih impor. Nawandaru berharap kapal pengangkut bawang putih langsung bersandar di pelabuhan utama di kawasan timur Indonesia agar biaya distribusi dapat ditekan.

Penyesuaian pola distribusi ini diharapkan mampu mengurangi disparitas harga bawang putih antara wilayah Indonesia timur dan barat. Meskipun mekanisme impor bersifat business to business (B2B), Kemendag berharap para importir dapat mengikuti arahan ini demi efisiensi distribusi dan stabilitas harga bawang putih di pasar nasional.

Source link