76 Proyek KPBU Rp1,13 Triliun, Cek Daftar Lengkapnya

by -43 Views

Pemerintah Indonesia menawarkan 76 proyek strategis melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Daftar proyek itu tercantum dalam PPP Book 2026 dengan nilai total US$63,45 miliar atau setara Rp1,13 triliun berdasarkan kurs Rp17.888 per dolar AS.

Proyek-proyek tersebut mencakup lebih dari 10 sektor, mulai dari jalan tol, transportasi, air minum, penerangan jalan umum, rumah sakit, hingga pembangunan tanggul laut. Sebagian proyek masih berada dalam tahap penyiapan, sementara lainnya telah memasuki proses pengadaan.

Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan (PIP) Kementerian PPN/Bappenas Putut Hari Satya mengatakan, ukuran keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada jumlah proyek yang direncanakan atau ditawarkan kepada investor.

“Keberhasilan Pembangunan Nasional bukan hanya diukur dari berapa banyak proyek yang dapat direncanakan atau ditawarkan kepada investor, tetapi dari berapa banyak proyek yang dapat diwujudkan menjadi investasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Putut, dikutip dari siaran pers, Minggu (4/10/2026).

Proyek dalam tahap penyiapan

Dalam kategori Under Preparation, pemerintah mencantumkan sejumlah proyek dengan nilai belanja modal (CAPEX) dan biaya operasional (OPEX) sebagai berikut:

  • Kereta Api Perkotaan Metropolitan Bandung: CAPEX US$96,90 juta dan OPEX US$19,70 juta pada tahun pertama operasi.
  • Jalan Tol Dalam Kota Bandung: CAPEX US$763,03 juta; OPEX masih dalam perhitungan.
  • Jalan Tol Pejagan-Cilacap: CAPEX US$1.233,82 juta dan OPEX US$1.649,09 juta.
  • Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya: CAPEX US$1.842,50 juta; OPEX masih dalam perhitungan.
  • Pembangunan Tanggul Laut Raksasa di Teluk Jakarta dan Teluk Semarang: CAPEX US$32 miliar; OPEX masih dalam perhitungan.
  • Sistem Penyediaan Air Minum Karo: CAPEX US$13,86 juta dan OPEX US$16,27 juta.
  • Penerangan Jalan Umum Ternate: CAPEX US$4,58 juta dan OPEX US$2,96 juta.
  • Penerangan Jalan Umum Medan: CAPEX US$79,62 juta dan OPEX US$33,63 juta.
  • Penerangan Jalan Umum Bogor: CAPEX US$51,21 juta; OPEX masih dalam perhitungan.
  • Penerangan Jalan Umum Sleman: CAPEX US$10,17 juta dan OPEX US$83.235 per tahun.
  • Penerangan Jalan Umum Batang: CAPEX US$8,28 juta dan OPEX US$146.419 per tahun.
  • Penerangan Jalan Umum Batu Bara: CAPEX US$5,73 juta dan OPEX US$117.409 per tahun.
  • Penerangan Jalan Umum Metro: CAPEX US$5,30 juta dan OPEX US$151.515 per tahun.
  • Penerangan Jalan Umum Kupang: CAPEX US$2,50 juta dan OPEX US$1,30 juta.
  • Penerangan Jalan Umum Lombok Utara: CAPEX US$8,10 juta dan OPEX US$1,24 juta.
  • Penerangan Jalan Umum Cirebon: CAPEX US$6,92 juta dan OPEX US$105.333 per tahun.
  • Penerangan Jalan Umum Brebes: CAPEX US$6,90 juta dan OPEX US$105.333 per tahun.
  • Revitalisasi Pasar Induk Gadarata Singasana: CAPEX US$39,73 juta dan OPEX US$68,36 juta.
  • Pembangunan dan Pengelolaan Armada Kapal Riset Nasional: CAPEX US$86,18 juta dan OPEX US$261,99 juta.
  • RSUD Wangaya: CAPEX US$36,36 juta; OPEX masih dalam perhitungan.
  • RSUD Kabanjahe Karo: CAPEX US$25,76 juta dan OPEX US$3,71 juta.
  • RSUD Kanjuruhan: CAPEX US$18,03 juta dan OPEX US$76,19 juta.
  • Pembangunan Laboratorium Karantina: CAPEX US$20,63 juta dan OPEX US$8,01 juta per tahun.

Empat proyek masuk proses pengadaan

Empat proyek lainnya telah masuk kategori Under Procurement Process, yakni Pengembangan Bandara Singkawang dengan CAPEX US$50,97 juta dan OPEX US$252,21 juta; Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat dengan CAPEX US$2.191,82 juta dan informasi OPEX terbatas; Penerangan Jalan Umum Bandung dengan CAPEX US$12,12 juta dan OPEX US$484.400 per tahun; serta RSUD Inche Abdoel Moeis dengan CAPEX US$25,88 juta dan OPEX US$11,88 juta.

Partisipasi badan usaha dalam proyek KPBU tidak hanya berupa investasi. Dunia usaha juga dapat memberikan dukungan pembiayaan atau bertindak sebagai pemrakarsa proyek.

Untuk merespons daftar tersebut, Kadin Indonesia meluncurkan Satgas Kadin KPBU dan Pembiayaan Strategis Inovatif. Wakil Ketua Umum Bidang Perencanaan Nasional Kadin Indonesia Bayu Priawan Djokosoetono mengatakan satgas itu berperan sebagai jembatan koordinasi sekaligus melakukan kurasi proyek prioritas, terutama untuk mengatasi kendala investasi pada proyek KPBU unsolicited.

“Melalui sinergi tersebut Kadin sebagai mitra strategis pemerintah berkomitmen memberikan kontribusi optimal dalam mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Bayu.

Source link