Investor Pasar Modal RI Tembus 31,90 Juta per September 2026

by -45 Views

Jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 31,90 juta Single Investor Identification (SID) hingga akhir September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 yang tercatat sebanyak 31,14 juta SID.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan pertumbuhan jumlah investor terus berlangsung setiap bulan. “Investor selalu tumbuh setiap bulannya. Jumlah sekarang 31,9 juta (SID),” ujar Jeffrey, dikutip Antara, Jumat (2/10/2026).

Partisipasi masyarakat semakin luas

Menurut Jeffrey, kenaikan jumlah SID mencerminkan semakin luasnya keterlibatan masyarakat dalam pasar modal. Partisipasi tersebut tidak hanya melalui investasi saham, tetapi juga mencakup berbagai instrumen pasar modal lainnya.

BEI, kata dia, terus mengembangkan ekosistem pasar modal untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan partisipasi investor. Upaya itu dilakukan antara lain melalui pengembangan produk dan infrastruktur perdagangan.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari arah penguatan pasar modal dalam beberapa tahun ke depan. Dalam Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan 2026-2030, BEI menargetkan jumlah investor mencapai 35 juta SID pada 2030.

Short selling mulai diterapkan

Di tengah pertumbuhan jumlah investor, BEI juga mulai menerapkan mekanisme transaksi short selling pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pada tahap awal, terdapat lima saham yang masuk dalam daftar efek yang dapat diperdagangkan melalui mekanisme tersebut.

Short selling merupakan transaksi yang menggunakan mekanisme perdagangan berbeda dari transaksi saham biasa. Pada hari pertama pelaksanaannya, BEI mencatat 50 investor telah membuka rekening perdagangan short selling.

Rekening tersebut dibuat terpisah dari Rekening Dana Nasabah (RDN) yang digunakan dalam transaksi saham pada umumnya. Pemisahan rekening menjadi bagian dari pelaksanaan mekanisme short selling yang mulai diberlakukan BEI.

Hari pertama berjalan lancar

Jeffrey menyatakan penerapan short selling pada tahap awal berlangsung lancar. Ia juga mengatakan mekanisme tersebut tidak terlalu memengaruhi volatilitas saham yang dapat ditransaksikan melalui fasilitas itu.

Pergerakan harga sejumlah saham pada hari pertama penerapan short selling tercatat tidak seragam. Jeffrey menyebut beberapa saham sempat menguat pada pagi hari, sementara sebagian lainnya relatif tidak mengalami perubahan harga.

“Beberapa saham tadi pagi sempat naik atau relatif tidak berubah harganya. Jadi secara umum, pemberlakuan short selling berjalan lancar,” kata Jeffrey.

Source link