Riasan yang mulai bergeser, mengilap, atau memudar setelah beberapa jam tidak selalu menandakan kualitas kosmetik yang buruk. Perubahan tersebut dapat dipengaruhi oleh produksi minyak, keringat, kondisi kulit, jumlah produk yang digunakan, hingga teknik saat mengaplikasikan makeup.
Penyebab makeup mudah luntur
Produksi sebum berlebih merupakan salah satu penyebab utama complexion lebih cepat bergeser. Masalah ini umumnya terlihat pada kulit berminyak, terutama di area T-zone yang meliputi dahi, hidung, dan dagu. Meski demikian, kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap. Produk berlabel oil-free atau non-comedogenic dapat dipertimbangkan sesuai kondisi kulit.
Keringat dan suhu lingkungan yang tinggi juga dapat mengganggu ketahanan riasan. Aktivitas fisik maupun kegiatan di luar ruangan membuat wajah lebih mudah berkeringat. Saat cairan tersebut muncul, lapisan makeup dapat ikut bergerak sehingga hasilnya tidak lagi merata, terutama jika riasan digunakan dalam waktu lama.
Kondisi sebaliknya, yakni kulit yang terlalu kering, juga dapat membuat makeup tampak tidak rapi. Permukaan kulit yang kasar atau bersisik membuat foundation sulit menempel secara merata dan lebih mudah berkumpul pada bagian yang kering. Karena itu, kulit perlu dibersihkan dan diberi pelembap sebelum makeup digunakan.
Masalah lain dapat muncul karena terlalu banyak lapisan skincare dan kosmetik. Tumpukan produk berisiko membuat riasan terlihat berat, menggumpal, atau mengalami pilling. Sebuah penelitian terhadap 528 perempuan berusia 20 hingga 49 tahun mencatat 217 peserta, atau sekitar 41 persen, mengalami pilling dalam rangkaian pengujian. Cara mengaplikasikan produk turut berpengaruh, terutama jika produk digosok dengan gerakan melingkar atau linear.
Makeup juga lebih mudah bergeser apabila diaplikasikan ketika skincare atau sunscreen masih terlalu basah. Setelah wajah dibersihkan, produk perawatan atau obat kulit dapat digunakan bila diperlukan, lalu dilanjutkan dengan pelembap dan sunscreen sebelum masuk ke tahap makeup.
Langkah menjaga riasan tetap rapi
Awali persiapan dengan pembersih yang lembut dan hindari menggosok wajah terlalu keras agar kulit tidak mengalami iritasi. Pada kulit berminyak, wajah dapat dibersihkan hingga dua kali sehari serta setelah berkeringat. Pelembap tetap diperlukan, tetapi pilih formula yang sesuai agar kulit tidak terlalu kering maupun semakin berminyak.
Setelah skincare dan sunscreen digunakan, tunggu hingga produk menyatu dengan kulit sebelum melanjutkan ke makeup. Jumlah lapisan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan karena semakin banyak produk yang ditumpuk, semakin besar kemungkinan terjadi masalah pada permukaan riasan, terlebih bila formulanya tidak cocok satu sama lain.
Foundation tidak harus dipakai dalam lapisan tebal. Aplikasikan tipis secara merata, kemudian tambahkan hanya pada area yang memerlukan coverage lebih. Cara ini membantu menghasilkan tampilan yang lebih ringan dan mengurangi kesan makeup yang berat.
Ketika wajah mulai mengilap, gunakan blotting paper dengan cara menempelkannya perlahan pada area berminyak. Jangan menggosok wajah karena tindakan tersebut dapat menyebarkan minyak sekaligus menggeser makeup.
Kebersihan alat dan kondisi kosmetik
Kuas dan spons yang kotor dapat membawa minyak, sisa produk, serta mikroorganisme ke permukaan kulit. Spons sebaiknya dibersihkan setelah digunakan, sedangkan kuas perlu dicuci secara rutin. Alat makeup juga tidak disarankan dipakai bergantian dengan orang lain.
Periksa pula kondisi kosmetik sebelum digunakan. Produk yang berubah tekstur, warna, bau, atau konsistensi sebaiknya tidak dipakai lagi. Foundation yang mulai terpisah dan produk yang mengering dapat menjadi tanda bahwa kondisinya sudah tidak baik. Kosmetik yang telah lama digunakan juga berpotensi terkontaminasi mikroorganisme dan memicu iritasi atau masalah kulit.





