IHSG Anjlok Usai Batas Bawah Rp50 Dihapus, Ini Kata BEI

by -67 Views

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan Senin, 28 September 2026, bertepatan dengan penerapan kebijakan penghapusan batas harga saham terendah Rp50. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai perubahan batas bawah tersebut bukan satu-satunya penyebab tekanan terhadap indeks.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pengaruh saham-saham yang sebelumnya bertahan di level Rp50 terhadap pergerakan IHSG relatif kecil. Karena itu, penurunan harga saham-saham tersebut dinilai tidak cukup besar untuk menjadi faktor tunggal yang menjelaskan koreksi indeks pada hari itu.

“Jadi tidak semata-mata karena faktor penurunan di bawah harga Rp 50 yang memberikan pressure kepada IHSG,” tutur Jeffrey, dikutip dari Antara, Senin.

69 saham diperdagangkan di bawah Rp50

Pada hari pertama pelaksanaan kebijakan, terdapat 69 saham yang diperdagangkan di bawah level Rp50. Jumlah tersebut mencakup saham-saham yang sebelumnya berada di batas harga terendah serta saham dari Papan Pemantauan Khusus yang dapat diperdagangkan di bawah level tersebut.

Jeffrey menjelaskan, sekitar 20 saham sebelumnya telah lama berada di harga Rp50. Sebagian di antaranya bahkan tidak mencatat transaksi selama bertahun-tahun. Kondisi itu, menurut dia, menjadi indikasi bahwa harga Rp50 belum tentu mencerminkan nilai wajar saham yang bersangkutan.

“Yang ada di harga Rp 50 itu ada yang sudah bertahun-tahun di harga Rp 50 tanpa ada transaksi. Artinya memang kesepakatan dari pelaku, dari investor yang mungkin memang fair value-nya tidak di Rp 50 dan saat ini sedang mencari fair value-nya,” kata Jeffrey.

Dengan hilangnya batas bawah tersebut, saham-saham yang lama tertahan di level Rp50 kini memiliki ruang untuk bergerak dan menemukan harga wajarnya melalui mekanisme pasar. Proses itu, kata Jeffrey, tidak berlangsung seketika karena tetap mengikuti ketentuan perdagangan saham, termasuk aturan auto rejection.

BEI nilai penerapan berjalan baik

BEI menilai penerapan kebijakan pada hari pertama berlangsung baik sejak tahap pre-opening, pembukaan pasar, hingga perdagangan berjalan. Jeffrey juga menyebut respons pelaku pasar terhadap perubahan aturan tersebut positif.

Meski jumlah saham yang diperdagangkan di bawah Rp50 cukup banyak, kontribusinya terhadap IHSG disebut tidak besar. Jeffrey menegaskan, faktor tersebut perlu dilihat dalam konteks bobot saham-saham terkait yang relatif kecil terhadap indeks.

“Pada saat ini diberlakukan, respons dari pasar itu positif,” ujar Jeffrey.

Source link