Anggapan bahwa minum es menyebabkan batuk masih kerap muncul setiap kali seseorang mengalami pilek atau tenggorokan tidak nyaman. Namun, secara medis, suhu dingin dari minuman bukan penyebab langsung batuk. Batuk dan pilek umumnya berkaitan dengan infeksi virus atau bakteri, maupun paparan alergen seperti debu, polusi, dan serbuk sari.
Air es juga tidak otomatis mengandung virus atau bakteri. Risiko infeksi baru dapat muncul apabila air atau es batu yang digunakan terkontaminasi karena diproses dengan cara yang tidak higienis. Dengan kata lain, bukan suhu dinginnya yang menciptakan infeksi, melainkan mikroorganisme yang mungkin terdapat dalam es atau air yang tercemar.
Mengapa es bisa membuat batuk terasa lebih parah?
Meski bukan penyebab utama, minuman dingin dapat menjadi pemicu batuk pada orang-orang tertentu, terutama ketika tenggorokan sudah sensitif atau mengalami iritasi. Saat cairan dingin menyentuh dinding tenggorokan, pembuluh darah di area tersebut dapat menyempit sementara. Kondisi yang disebut vasokonstriksi ini mengurangi aliran darah lokal dan dapat membuat refleks batuk lebih mudah muncul.
Suhu dingin juga dapat memperlambat gerakan silia, yaitu rambut-rambut halus yang membantu membersihkan saluran pernapasan. Pada saat yang sama, lendir di tenggorokan bisa menjadi lebih kental. Penumpukan atau perubahan konsistensi lendir tersebut dapat menimbulkan rasa gatal, lalu memicu tubuh untuk batuk.
Faktor kebersihan menjadi persoalan yang berbeda. Es batu yang dibuat dari air mentah atau diproses tanpa higienitas yang baik berpotensi membawa kuman. Mikroorganisme inilah yang dapat menyebabkan infeksi atau peradangan pada tenggorokan, bukan temperatur dinginnya.
Kelompok yang lebih sensitif terhadap minuman dingin
Paparan suhu dingin secara mendadak, termasuk dari minuman es, juga dapat memicu batuk pada penderita asma atau rinitis alergi. Pada kondisi tersebut, udara atau cairan dingin dapat merangsang penyempitan saluran napas yang dikenal sebagai bronkospasme. Akibatnya, batuk bisa muncul atau menjadi lebih berat.
Karena itu, minum es tidak dapat disebut sebagai penyebab langsung batuk. Minuman dingin lebih tepat dipahami sebagai pemicu yang mungkin memperburuk gejala ketika tubuh sedang tidak fit, tenggorokan sudah teriritasi, atau seseorang memiliki kondisi saluran napas yang sensitif.
Bagi orang sehat, minum es tetap aman selama dibuat dari air matang dan bersih. Namun, ketika mulai merasakan gejala radang tenggorokan atau tidak enak badan, air hangat dapat lebih diutamakan untuk membantu meredakan iritasi pada saluran pernapasan.





