Uang Bank Mengalir ke Ekonomi Hijau, Adang Risiko Iklim

by -76 Views

Perbankan menempatkan pembiayaan berkelanjutan sebagai salah satu strategi untuk menghadapi risiko perubahan iklim dan persoalan lingkungan yang dapat memengaruhi sektor ekonomi serta keuangan. Arus pembiayaan diarahkan untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi hijau, sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi industri perbankan.

Pembiayaan hijau sebagai strategi perbankan

ESG Analyst CNBC Indonesia Research, Salma Laiqa, menyampaikan bahwa pengembangan green financing dan sustainable financing terus dilakukan oleh perbankan. Langkah tersebut juga mencakup bank-bank yang tergabung dalam kelompok Himbara.

Menurut Salma, pengembangan pembiayaan itu diwujudkan melalui sejumlah produk dengan fokus yang beragam. Produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya perbankan menyalurkan pembiayaan yang berkaitan dengan keberlanjutan dan ekonomi hijau.

Pembiayaan berkelanjutan tidak hanya dipandang dari sisi penyaluran dana. Bagi perbankan, instrumen ini juga berkaitan dengan kebutuhan untuk mengantisipasi risiko yang muncul akibat perubahan iklim serta persoalan lingkungan. Risiko tersebut dinilai memiliki kaitan dengan kondisi ekonomi dan keuangan.

Karena itu, pembiayaan hijau ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas. Perbankan tidak semata-mata mendorong pendanaan untuk kegiatan yang berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga berupaya menjadikan pembiayaan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis.

Dorongan menghadapi risiko iklim

Salma menjelaskan, pengembangan green financing maupun sustainable financing memiliki dua tujuan yang berjalan bersamaan. Pertama, pembiayaan tersebut diarahkan untuk mengadang risiko perubahan iklim. Kedua, produk pembiayaan berkelanjutan dapat menjadi sumber bisnis baru bagi perbankan.

Posisi ini membuat pembiayaan hijau tidak hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari pertimbangan industri keuangan. Ketika perbankan mengembangkan produk dengan fokus keberlanjutan, sektor tersebut berupaya merespons tantangan lingkungan sekaligus memperluas pilihan pembiayaan yang dapat ditawarkan kepada nasabah.

Meski produk dan fokus pembiayaan yang dikembangkan perbankan beragam, sumber tersebut tidak merinci jenis produk maupun sektor yang menjadi sasaran masing-masing pembiayaan. Penjelasan mengenai urgensi pembiayaan hijau bagi industri perbankan disampaikan Salma dalam wawancara bersama Shania Alatas di program Squawk Box CNBC Indonesia pada Kamis, 24 September 2026.

Pembahasan itu menyoroti bagaimana perbankan, termasuk bank Himbara, terus mengembangkan pembiayaan berkelanjutan sebagai instrumen untuk menghadapi risiko iklim sekaligus membangun peluang bisnis baru di sektor keuangan.

Source link