Perang Saudara Arab Memanas, Ratusan Tewas dan Pengungsi Melonjak

by -64 Views

Pertempuran antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah Yaman yang memperoleh dukungan Arab Saudi kembali menelan korban besar. Sedikitnya 154 orang tewas dalam bentrokan yang berlangsung selama dua hari terakhir di sejumlah wilayah Yaman, menurut sumber militer dari kedua pihak kepada AFP, Selasa (22/9/2026).

Sumber militer Houthi menyebut 118 orang meninggal akibat rangkaian serangan udara Arab Saudi, pertempuran darat, serta tembakan artileri di Provinsi Taiz, Al-Jawf, Marib, dan Saada. Dari pihak pemerintah Yaman, 36 anggota pasukan dilaporkan tewas dalam pertempuran tersebut.

Risiko pengungsian kembali meningkat

Lonjakan kekerasan itu menambah tekanan terhadap situasi kemanusiaan Yaman yang telah lama memburuk. Pasukan yang loyal kepada pemerintah berbasis di Aden kini berhadapan kembali dengan Houthi, setelah konflik di sejumlah wilayah kembali pecah.

Juru bicara badan pengungsi PBB (UNHCR), Babar Baloch, mengatakan intensitas pertempuran dapat memicu perpindahan penduduk dalam skala lebih besar. “Pertempuran yang semakin intensif di Yaman dapat mendorong pengungsian massal yang lebih besar,” kata Baloch kepada wartawan di Jenewa.

Dalam sepekan terakhir, lebih dari 3.000 orang telah menyeberangi Laut Merah menuju Djibouti untuk menyelamatkan diri dari kekerasan. UNHCR memperkirakan jumlah tersebut bisa meningkat secara signifikan, terutama setelah pertengahan Oktober ketika kondisi laut yang saat ini sulit diperkirakan mulai membaik.

Menurut Baloch, UNHCR dan sejumlah mitranya sedang menyiapkan kemungkinan kedatangan lebih banyak pengungsi. “Merencanakan kedatangan lebih dari 10.000 orang di Djibouti,” ujarnya.

Di dalam Yaman, lebih dari 130.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran terbaru. Jumlah itu diperkirakan dapat meningkat menjadi lebih dari 230.000 orang. Angka tersebut belum mencakup lebih dari 5,2 juta warga Yaman yang sudah berstatus sebagai pengungsi internal sebelum kekerasan kembali meningkat.

Konflik mengancam jalur perdagangan

Pada awal September, Houthi merebut kendali atas garis pantai Laut Merah di Yaman melalui serangan besar. Operasi itu menewaskan ratusan orang dari kedua pihak, sekaligus meningkatkan ancaman terhadap jalur perdagangan global dan mendorong kenaikan harga energi.

Lebih dari 100.000 warga sipil juga telah meninggalkan rumah mereka di dalam negeri, sementara sebagian lainnya mengambil risiko menyeberangi laut. PBB memperingatkan jumlah warga Yaman yang melarikan diri ke Djibouti dapat mencapai 10.000 orang.

Kebutuhan bantuan belum terpenuhi

Baloch memperingatkan, konflik terbaru memperparah krisis yang sebelumnya sudah sangat berat. Sekitar 22 juta orang di Yaman diperkirakan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Namun, respons kemanusiaan menghadapi kekurangan dana. Operasi UNHCR di Yaman baru menerima 18 persen dari kebutuhan pendanaan untuk 2026. Lembaga itu membutuhkan tambahan US$25 juta untuk memberikan bantuan langsung kepada sekitar 231.000 orang terdampak.

Operasi UNHCR di Djibouti bahkan baru memperoleh 15 persen dari total dana yang diperlukan. UNHCR meminta tambahan US$13,5 juta untuk mendukung pendaftaran, penerimaan, perlindungan, serta layanan penting bagi para pengungsi yang tiba dari Yaman.

Source link