Proporsi spesimen positif influenza di Indonesia meningkat menjadi 51 persen pada Minggu ke-36 tahun 2026. Angka tersebut naik 14 poin persentase dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebesar 37 persen, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Data itu disampaikan Kemenkes kepada iNews Media Group pada Selasa (20/9/2026). Peningkatan tersebut menggambarkan bertambahnya proporsi sampel pemeriksaan yang menunjukkan hasil positif influenza dibandingkan dengan Minggu ke-35.
Influenza A H1N1pdm09 Paling Dominan
Dari hasil pemeriksaan pada periode tersebut, influenza subtype A (H1N1pdm09) menjadi jenis yang paling banyak ditemukan. Kemenkes mencatat subtype itu mendominasi temuan influenza di tengah kenaikan proporsi spesimen positif secara nasional.
Informasi mengenai dominasi subtype tersebut menjadi bagian dari pemantauan Kemenkes terhadap perkembangan influenza di Indonesia. Namun, data yang disampaikan dalam laporan itu tidak merinci jumlah kasus secara absolut maupun jumlah spesimen yang diperiksa.
Jawa Timur Catat Temuan Terbanyak
Sejumlah wilayah melaporkan temuan influenza. Jawa Timur menjadi daerah dengan kasus yang paling banyak ditemukan, disusul Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Distribusi tersebut menunjukkan bahwa laporan influenza tidak hanya muncul di satu wilayah. Meski demikian, sumber data yang disampaikan tidak memuat rincian jumlah kasus untuk masing-masing provinsi, sehingga perbandingan antardaerah hanya dapat dilihat dari urutan temuan yang dilaporkan.
Berdasarkan kelompok usia, balita menjadi kelompok yang paling banyak terdampak. Proporsinya mencapai 41,9 persen dari temuan berdasarkan kategori usia yang dicatat.
Kenaikan proporsi spesimen positif dari 37 persen pada Minggu ke-35 menjadi 51 persen pada Minggu ke-36 menjadi perkembangan terbaru dalam pemantauan influenza oleh Kemenkes. Pada periode yang sama, subtype A (H1N1pdm09) tercatat sebagai jenis dominan, dengan temuan terbanyak berada di Jawa Timur, kemudian Jawa Tengah dan Jawa Barat.





