Atalarik Syah Depresi, 11 Tahun Hadapi Sengketa Tanah

by -77 Views

Selama 11 tahun, Atalarik Syah harus menghadapi sengketa tanah yang belum juga berakhir. Perkara yang dimulai pada 2015 itu tidak hanya menguras waktu dan energi sang aktor, tetapi juga sempat memengaruhi kondisi mentalnya ketika proses hukum kembali memasuki tahap yang menegangkan.

Perjuangan hukum sejak 2015

Atalarik mengungkapkan tekanan tersebut saat ditemui di Pengadilan Negeri Cibinong, Bogor, belum lama ini. Ia mengatakan, persoalan hak atas tanah miliknya masih menjadi perkara panjang yang harus dihadapi hingga sekarang.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Atalarik tetap menjalani aktivitasnya sebagai pesinetron. Namun, konsistensinya bekerja tidak serta-merta membuat beban perkara itu hilang. Ia mengakui kondisi psikologisnya sempat terganggu, terutama ketika sengketa memasuki momen penting di pengadilan.

“Oh luar biasa. Alhamdulillah masih kuat. Stres, depresi pernah terjadi, tapi enggak dalam waktu yang panjang. Itu aja sih,” ujar Atalarik Syah.

Kondisi mental ikut terdampak

Menurut Atalarik, rasa cemas biasanya meningkat saat perkara berada pada tahap genting atau mendekati penentuan. Situasi tersebut membuat proses hukum selama bertahun-tahun terasa semakin berat, meski ia berusaha tetap menjalankan pekerjaan dan mempertahankan ketahanannya.

Pengakuan itu disampaikan Atalarik ketika kasus sengketa tanah tersebut kembali menjadi perhatian di meja hijau. Ia tidak menampik pernah mengalami stres dan depresi, tetapi menegaskan kondisi itu tidak berlangsung dalam waktu yang panjang.

Perkara tersebut telah berjalan sejak 2015 dan hingga kini masih menjadi bagian dari perjuangannya untuk mempertahankan hak atas tanah. Lamanya proses membuat sengketa ini bukan hanya berkaitan dengan persoalan hukum, melainkan juga berdampak pada kehidupan pribadi serta kondisi emosional Atalarik.

Meski demikian, aktor yang dikenal sebagai pesinetron senior itu menyatakan dirinya masih mampu bertahan. Di tengah tekanan perkara dan jadwal syuting yang terus dijalani, Atalarik memilih menghadapi proses tersebut sambil menunggu perkembangan hukum selanjutnya di Pengadilan Negeri Cibinong, Bogor.

Source link