Vietnam Jadi Secondary Emerging Market, Dana Asing Masuk

by -65 Views

Minat investor asing terhadap saham Vietnam kembali menguat menjelang pemberlakuan reklasifikasi pasar negara tersebut ke dalam kategori pasar berkembang atau emerging markets FTSE Russell pada 21 September 2026.

Sepanjang pekan ini, investor asing mencatatkan pembelian bersih saham Vietnam sebesar US$54,2 juta atau sekitar Rp965,46 miliar, dengan asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.810. Nilai tersebut diperkirakan menjadi pembelian bersih mingguan terbesar dalam enam pekan terakhir.

Reklasifikasi FTSE Russell Mulai Berlaku

Mengutip Yahoo Finance, Minggu (20/9/2026), arus beli itu muncul setelah tekanan jual investor asing terhadap saham-saham Vietnam melandai dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut turut membantu indeks acuan pasar saham Vietnam memulihkan sebagian kerugian yang dialami sepanjang tahun berjalan.

Pada Agustus 2026, Vietnam memperoleh bobot lebih besar dari perkiraan dalam tinjauan indeks semesteran FTSE Russell. Keputusan itu kemudian membuka peluang masuknya dana asing dalam jumlah besar ke pasar saham Vietnam, seiring negara tersebut bersiap masuk ke indeks pasar berkembang.

Analis Bloomberg Intelligence yang berbasis di Singapura, Sufianti, memperkirakan minat investor asing dapat meningkat secara bertahap. “Kembalinya minat investor asing terhadap saham Vietnam dapat meningkat secara bertahap seiring dengan penerapan bertahap masuknya pasar ke dalam indeks FTSE dan membaiknya akses pasar,” ujarnya.

Potensi Aliran Dana Pasif

Dana investasi pasif yang mengikuti indeks FTSE diperkirakan mulai menyesuaikan portofolio pada Jumat untuk mencerminkan bobot Vietnam dalam indeks pasar berkembang tersebut. Penyesuaian itu berpotensi mendorong transaksi pembelian saham Vietnam oleh pengelola dana yang menjadikan indeks sebagai acuan investasi.

Vanguard Group, salah satu pengelola investasi global, diperkirakan dapat menanamkan sekitar US$2,5 miliar atau Rp44,53 triliun di pasar saham Vietnam dalam beberapa tahun mendatang. Perkiraan tersebut disampaikan Duncan Burns, Kepala Manajemen Investasi dan Ekuitas Global Vanguard untuk kawasan Asia-Pasifik (APAC), dalam sebuah konferensi di Hanoi pada Jumat.

Meski arus beli mulai terlihat menjelang perubahan status tersebut, posisi investor global secara tahunan masih mencerminkan penjualan besar. Sepanjang tahun ini, tercatat penarikan bersih dari saham Vietnam sebesar US$3,5 miliar atau sekitar Rp62,34 triliun.

Arus keluar tersebut menambah catatan penarikan dana sebelumnya yang mencapai US$4,8 miliar atau sekitar Rp85,5 triliun. Ketegangan geopolitik dan pergeseran investasi menuju pasar dengan prospek pertumbuhan lebih cepat disebut turut menekan permintaan terhadap saham Vietnam.

Source link