Video: Jurus Jitu Pengusaha EBT Gaet Pembiayaan Proyek

by -74 Views

Perluasan sumber pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan utama bagi pengembangan bisnis energi baru dan terbarukan (EBT). Direktur Utama PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), Aldo Artoko, menyebut persoalan tersebut turut memengaruhi rencana ekspansi perusahaan di sektor pembangkit listrik tenaga air maupun energi surya.

Menurut Aldo, pelaku usaha EBT masih mengandalkan skema kontrak jual-beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) bersama PT PLN (Persero) untuk memperoleh pembiayaan proyek. Kepastian melalui kontrak tersebut menjadi harapan penting bagi emiten dalam mendukung pendanaan pembangunan proyek-proyek energi terbarukan.

Ketergantungan pada skema PPA membuat akses terhadap pembiayaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan proyek. Bagi perusahaan, pembiayaan dibutuhkan untuk mendorong ekspansi, baik pada pembangkit listrik tenaga air atau hydro power maupun proyek energi listrik tenaga surya.

Tantangan pengembangan proyek surya

Selain pembiayaan, pengembangan energi surya menghadapi kendala lain berupa ketersediaan lahan. Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) membutuhkan area yang luas, sehingga akses terhadap lahan menjadi faktor penting dalam menentukan kelanjutan proyek.

Aldo juga menyoroti ketersediaan infrastruktur storage system sebagai tantangan bagi pengembangan energi surya. Infrastruktur penyimpanan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan proyek tersebut, bersamaan dengan kebutuhan lahan dan skema pembiayaan.

Dengan demikian, pengembangan bisnis EBT tidak hanya berkaitan dengan pembangunan pembangkit. Perusahaan juga perlu menghadapi tantangan dalam memperoleh sumber pendanaan, memastikan tersedianya lahan yang memadai, serta mendukung infrastruktur penyimpanan yang diperlukan dalam proyek energi surya.

Optimisme terhadap prospek EBT

Di tengah tantangan tersebut, ARKO tetap melihat prospek bisnis EBT secara positif. Aldo menyatakan perusahaan optimistis terhadap pertumbuhan sektor energi terbarukan, terutama karena adanya dukungan terhadap program transisi energi.

Program transisi energi tersebut dinilai sejalan dengan upaya mendukung swasembada energi nasional. Dukungan itu menjadi salah satu dasar optimisme ARKO dalam melihat peluang pertumbuhan bisnis EBT, meski pengembangan proyek masih menghadapi persoalan pembiayaan, lahan, dan infrastruktur.

Prospek dan tantangan bisnis energi hijau tersebut disampaikan Aldo Artoko dalam dialog bersama Shania Alatas di program Squawk Box CNBC Indonesia pada Jumat, 18 September 2026. Dalam kesempatan itu, pembahasan mencakup upaya pelaku usaha EBT memperoleh pembiayaan serta mengamankan lahan untuk proyek PLTS.

Source link