Alasan Bursa Suspensi Saham ADHI: Analisis dan Dampaknya

by -55 Views






PT Adhi Karya Catat Perolehan Kontrak Baru Hingga Rp 18,1 Triliun

PT Adhi Karya Catat Perolehan Kontrak Baru Hingga Rp 18,1 Triliun

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) telah mencatat perolehan kontrak baru mencapai Rp 18,1 triliun hingga akhir tahun 2025. Proyek-proyek ini menjadi salah satu kontribusi penting bagi kinerja perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.

Perincian Perolehan Kontrak Baru

Berdasarkan laporan keuangan, sebagian besar perolehan kontrak baru ADHI didominasi oleh lini bisnis engineering dan konstruksi dengan persentase mencapai 91%. Sementara itu, sebesar 5% berasal dari manufaktur, 3% dari properti dan hospitality, dan 1% dari investasi & konsesi.

Perincian Pekerjaan

Dilihat dari tipe pekerjaan, sebagian besar proyek yang dikerjakan oleh ADHI adalah di bidang Gedung (43%), infrastruktur Sumber Daya Air (15%), serta Jalan & Jembatan (14%). Sisanya adalah berbagai jenis pekerjaan lainnya yang turut dilakukan oleh perusahaan.

Sumber Pendanaan dan Kontribusi Pendapatan

Secara terperinci, pendanaan proyek-proyek ADHI didominasi oleh pemerintah (69%), diikuti oleh BUMN (23%), dan sisanya berasal dari sektor swasta. Dalam sepanjang tahun 2025, total produksi perusahaan mencapai Rp 16,6 triliun, yang sebagian besar dihasilkan dari Pendapatan Usaha Non JO sebesar Rp 9,7 triliun.

Sementara sebagian pendapatan berasal dari Laba JO sebesar Rp 462 miliar. Kontribusi terbesar pendapatan usaha ADHI berasal dari proyek-proyek infrastruktur yang signifikan seperti Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Yogyakarta-Solo-Kulon Progo, dan proyek PUSRI III-B.

Di sisi lain, ADHI juga berhasil mencatat EBITDA positif sebesar Rp 763,8 miliar, yang menunjukkan kinerja positif dalam menghasilkan arus kas dari kegiatan usaha operasionalnya.

Sumber: Liputan6.com


Source link