Bursa Saham Asia Berfluktuasi Mengikuti Wall Street

by -57 Views

Bursa Saham Asia Pasifik Beragam Menyusul Pergerakan Wall Street

Pada perdagangan saham Selasa (25/8/2026), bursa saham Asia Pasifik mengalami variasi dalam pergerakan harga saham. Hal ini dipicu oleh kondisi wall street yang beragam serta penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Pergerakan Bursa Saham

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,55%, sedangkan Indeks Topix mengalami pelemahan tipis. Sementara di Korea Selatan, Indeks Kospi tergelincir 2,37% dan Indeks Kosdaq merosot 1,23%. Di Australia, Indeks ASX 200 justru menguat 0,29%.

Wall Street dan Imbal Hasil Obligasi

Di wall street, Indeks S&P 500 turun 0,28% dan Indeks Nasdaq terpangkas 0,76% akibat penurunan saham produsen chip dan perusahaan teknologi lainnya. Namun, Indeks Dow Jones malah mengalami kenaikan 0,26%.

Imbal hasil obligasi AS turun setelah Departemen Keuangan AS mengalokasikan dana sebesar US$ 1 triliun (sekitar Rp 17.720 triliun) untuk mendukung peningkatan pembelian obligasi pemerintah. Hal ini membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,7%.

Faktor-Faktor Penggerak Pasar

Investor mulai mengurangi eksposur risiko mereka sebagai respons terhadap penurunan pasar minggu sebelumnya. Mereka juga tengah menanti laporan keuangan dari Nvidia yang dijadwalkan akan dirilis setelah penutupan pasar. Selain itu, data inflasi dan pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole menjadi sorotan utama.

Menurut Global Equity Strategist Wells Fargo Investment Institute, Doug Beath, berbagai peristiwa minggu ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar saham. Kondisi overbought dan faktor musiman juga ikut memperkuat ketidakpastian di pasar.

Source link