Swayasa Prakarsa, perusahaan yang bergerak dalam sektor hilirisasi riset UGM, tengah mengembangkan sejumlah unit usaha yang mencakup produksi herbal, alat kesehatan, makanan kesehatan, hingga distribusi. Perusahaan ini telah berhasil membangun portofolio yang luas, termasuk alat kesehatan untuk perawatan luka, bedah saraf, kedokteran gigi, dan dukungan pernapasan. Beberapa produk unggulan dari Swayasa Prakarsa antara lain RZ-VAC Negative Pressure Wound Therapy, INA-SHUNT, CeraSpon, Gama-CHA, ventilator Venindo, dan DivaBirth.
Selain fokus pada pengembangan alat kesehatan, perusahaan ini juga memperkuat pengembangan produk herbal dan pangan fungsional yang berbasis hasil riset dari perguruan tinggi. Dengan memasuki proses menuju perusahaan terbuka, Swayasa Prakarsa terus meningkatkan tata kelola, pengendalian internal, kualitas pelaporan, proses bisnis, sumber daya manusia, serta jaringan produksi dan pemasaran demi memberikan layanan dan produk terbaik bagi masyarakat.
Proses Menuju IPO
Setelah melalui proses book building, Swayasa Prakarsa bersama penjamin pelaksana emisi efek akan menentukan harga final saham dengan mempertimbangkan hasil penawaran awal dan kondisi pasar. Dengan jadwal indikatif yang telah ditetapkan, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan akan diterbitkan pada 31 Agustus 2026. Rencananya, penawaran umum saham akan dilaksanakan pada 2-8 September 2026, sementara pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 10 September 2026.
Source link




