Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Raih Penjualan Rp 65,63 Triliun dengan Laba Menurun
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat kinerja penjualan yang positif namun laba perseroan mengalami penurunan hingga semester I 2026. Penurunan laba ini dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada rugi selisih kurs.
Penjualan Meningkat, Laba Menyusut
Dalam laporan keuangannya, INDF berhasil meraih penjualan sebesar Rp 65,63 triliun pada periode hingga 30 Juni 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 9% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 59,84 triliun.
Meskipun demikian, laba perseroan pada semester pertama 2026 mengalami penurunan. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun hingga 19% menjadi Rp 4,72 triliun dari Rp 5,84 triliun pada semester pertama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rugi selisih kurs yang belum terealisasi akibat pelemahan rupiah.
Kinerja Operasional dan Ekuitas Perseroan
Laba usaha INDF naik 14% menjadi Rp 13,29 triliun, dengan marjin laba usaha yang tetap sehat sekitar 20,3%. Sedangkan, nilai ekuitas perseroan juga mengalami peningkatan menjadi Rp 124,71 triliun hingga Juni 2026 dari Rp 120,23 triliun pada Desember 2025. Sementara itu, aset perseroan bertambah menjadi Rp 231,24 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Rp 217,98 triliun pada Desember 2025.
Direktur Utama dan CEO Indofood, Anthoni Salim, menyatakan kebanggannya terhadap capaian ini di tengah kondisi ketidakpastian global. Perusahaan tetap berfokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan profitabilitas, serta menjaga posisi neraca yang sehat.
Dengan kas dan setara kas sebesar Rp 54,12 triliun hingga Juni 2026, INDF siap menghadapi tantangan dan terus berupaya mencapai kinerja terbaik dalam industri makanan.





