Amazon Meningkatkan Belanja Modal untuk Artificial Intelligence
Amazon telah mengumumkan rencananya untuk meningkatkan belanja modal guna mengembangkan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. CEO Amazon, Andy Jassy, mengatakan bahwa belanja modal perusahaan diperkirakan akan mencapai USD$ 220 miliar pada tahun ini, naik dari prediksi sebelumnya sebesar USD$ 200 miliar.
Pada konferensi dengan investor, Jassy menyampaikan bahwa kenaikan harga memori telah mendorong estimasi belanja modal Amazon menjadi lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya. Meskipun angka tersebut cukup besar, namun masih belum cukup untuk memenuhi seluruh permintaan di tahun 2026.
Permintaan Luar Biasa Hingga 2028
Jassy juga menyinggung bahwa permintaan untuk layanan Amazon telah melonjak dan bahkan permintaan yang telah diterima hingga tahun 2028 sangatlah luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dari langkah besar-besaran Amazon dalam belanja modal akan terus terasa dalam jangka panjang.
Kinerja Keuangan Amazon Melebihi Ekspektasi
Kinerja keuangan Amazon pada kuartal tersebut melampaui ekspektasi para analis. Laba per saham Amazon tercatat sebesar US$ 5,75 per saham, jauh di atas estimasi sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga mencapai angka US$ 200,61 miliar, mengungguli proyeksi sebesar US$ 196,47 miliar.
Di sektor Amazon Web Services, pendapatan mencapai US$ 42,2 miliar, melebihi harapan sebesar US$ 40,54 miliar. Begitu pula dengan pendapatan dari iklan yang mencapai US$ 19,81 miliar, melampaui estimasi sebelumnya.
Dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 37% secara tahunan pada segmen cloud Amazon, perusahaan ini berhasil melampaui ekspektasi Wall Street yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 31%. Hal ini menandai pertumbuhan tercepat unit tersebut sejak tahun 2021.





