Warga Negara Indonesia di Sabah Malaysia: Alasan Diwanti-wanti

by -59 Views

Pemerintah Minta Warga Indonesia di Sabah Hormati Aturan Lokal

Jakarta, CNBC Indonesia – Konsul RI di Tawau, Dino Nurwahyudin, mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Sabah, Malaysia, untuk tunduk pada hukum setempat dan menghormati adat istiadat warga Sabah. Imbauan ini dikeluarkan untuk menjaga keamanan dan hubungan baik antara WNI dengan masyarakat setempat.

Imbauan Penting untuk Menjaga Kedamaian

Dino Nurwahyudin menjelaskan bahwa ketaatan terhadap peraturan dan penghargaan terhadap norma lokal sangat penting dalam misi perlindungan WNI di luar negeri. Hal ini disampaikan setelah kunjungan ke Ketua Menteri Sabah, Tun Musa Aman, di Istana Seri Kinabalu.

Selain itu, konsul RI juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Sabah atas dukungannya terhadap pendidikan anak pekerja Indonesia di Sabah. Melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (Community Learning Centres/CLC) yang telah berjalan sejak 2011, anak-anak pekerja migran Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Upaya Peningkatan Produktivitas Pekerja

Dino menjelaskan bahwa keberadaan CLC di tempat kerja, seperti Sabah Softwoods Berhad, Benta Wawasan Sdn Bhd, dan Sawit Kinabalu, memberikan lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak pekerja. Hal ini tidak hanya membantu pendidikan anak-anak, tetapi juga meningkatkan semangat kerja dan produktivitas para pekerja.

Selain pendidikan, program *Smart Sabah* juga dinilai membantu pekerja asing tanpa dokumen lengkap di Sabah dan keluarganya untuk mendapatkan status hukum yang sah. Melalui program ini, pemberi kerja dapat mengajukan izin kerja dan tinggal resmi bagi pekerja Indonesia yang memiliki paspor sah.

Di wilayah Tawau sendiri, terdapat sekitar 120.000 WNI yang tercatat secara resmi tinggal di sana. Namun, angka sebenarnya diperkirakan lebih tinggi karena mobilitas penduduk di kawasan perbatasan cukup tinggi, terutama di wilayah pantai timur Sabah seperti Tawau, Semporna, Kunak, Lahad Datu, dan Kalabakan.

Source link