Ukraina Ungkap Titik Lemah Rusia: Putin Gelisah

by -54 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasukan militer Ukraina kini tengah mengalihkan taktik serangan mereka dengan sasarannya yang baru, yakni pusat-pusat logistik utama Rusia, termasuk Wildberries, peritel daring terbesar di Rusia. Serangan drone yang dilancarkan bertujuan untuk merusak rantai pasokan Rusia, meningkatkan beban finansial negara tersebut, dan memperkuat posisi Ukraina dalam perundingan damai setelah hampir lima tahun perang berlangsung.

Wildberries Dijatuhkan

Wildberries mengonfirmasi evakuasi gudang mereka di Kota Ryazan setelah serangan drone Ukraina menghantam fasilitas industri mereka. Serangan ini menjadi pergeseran signifikan dalam strategi militer Ukraina yang sebelumnya fokus kepada infrastruktur energi Rusia. Gudang-gudang yang diserang sebenarnya berperan dalam mensuplai komponen drone, perangkat navigasi, dan perlengkapan militer lainnya bagi pasukan Rusia.

Wildberries sendiri merupakan rival Amazon asal AS di pasar e-commerce Rusia dan saat ini memiliki sekitar 48.000 karyawan.

Dampak Ekonomi dan Respon Perbankan

Terungkap bahwa Pemerintah Rusia merencanakan penyuntikan dana bantuan kepada Wildberries dengan dukungan VTB, bank milik negara. Sberbank Rusia juga dikabarkan merencanakan program restrukturisasi utang bagi para vendor Wildberries untuk mencegah kebangkrutan masif di kalangan usaha kecil menengah.

Peneliti Natalya Kovaleva dari Chatham House mengungkapkan bahwa para pelaku usaha Rusia sudah merasakan berbagai dampak sanksi Barat, kenaikan pajak, pemadaman internet, dan kelangkaan bahan bakar. Serangan terhadap Wildberries diharapkan dapat menaikkan biaya perang bagi pebisnis dan warga Rusia serta membuka peluang dialog damai dengan Putin.

Kerentanan Ekonomi Rusia dan Dampak Sanksi AS

Ekonomi Rusia kini sangat rentan terhadap sanksi menyeluruh dari AS. Pertumbuhan ekonomi negara tersebut stagnan di angka nol persen karena penurunan output industri dan sektor pertahanan. Elina Ribakova, Peneliti Senior di Peterson Institute for International Economics menegaskan bahwa kondisi ekonomi Rusia saat ini sangat rentan.

Sementara itu, pertemuan antara Presiden Zelensky dan Presiden AS Donald Trump membahas lisensi produksi sistem pertahanan, termasuk reaktivasi proses diplomasi. Kongres AS juga tengah merumuskan undang-undang sanksi baru terhadap Rusia untuk meningkatkan tekanan ekonomi.

Konflik semakin kompleks dengan adanya keterlibatan Iran yang dapat memengaruhi harga minyak, memberikan keuntungan finansial tambahan bagi Rusia untuk melanjutkan perang.

Source link