Mengapa PM Inggris Starmer Mundur: Analisis Perubahan Dukungan Warga

by -65 Views

Keir Starmer Mundur sebagai PM Inggris

Jakarta, CNBC Indonesia – Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengumumkan rencana mengundurkan diri pada Senin (22/6/2026) di depan Downing Street. Nominasi pemimpin baru akan dibuka 1 Juli, dengan harapan Inggris memiliki PM baru pada bulan September.

Mengapa Starmer Mengundurkan Diri?

Meskipun memimpin Inggris selama dua tahun setelah mengalahkan Jeremy Corbyn dari Partai Buruh pada tahun 2024, Starmer menghadapi turunnya tingkat persetujuan yang signifikan. Dukungan terhadapnya menurun drastis dan ia dianggap sebagai perdana menteri paling tidak populer dalam sejarah negara tersebut. Kehilangan kursi dalam pemilihan lokal dan umum, bersamaan dengan permasalahan ekonomi yang dihadapi negara, membuat kebijakan-kebijakannya dipertanyakan.

Rekam Jejak Kebijakan Starmer

Dalam menjalankan pemerintahan, Starmer dikenal dengan kebijakan peningkatan pajak dan pemotongan kesejahteraan yang banyak menuai kritik. Keputusannya untuk mengurangi defisit keuangan negara dengan cara yang tidak populer membuatnya kehilangan dukungan. Tidak hanya itu, keputusannya terkait imigrasi ilegal, kebijakan keamanan online yang kontroversial, serta sikap terhadap isu Palestina juga menjadi sorotan publik.

Penunjukan orang-orang kontroversial dalam jajaran stafnya, seperti Peter Mandelson, yang memiliki hubungan dengan kasus pedofil Jeffrey Epstein, juga mencoreng reputasinya. Kegagalan Starmer dalam menangani isu-isu sensitif ini membuatnya semakin tidak populer di mata publik.

Dengan berbagai masalah yang dihadapi, Starmer tidak hanya kehilangan dukungan internal dari Partai Buruh, tetapi juga mendapat tekanan dari pihak oposisi. Profilnya yang dianggap kurang karismatik dan keputusan-keputusannya yang kontroversial membuat warga Inggris semakin mempertanyakan kepemimpinannya.

Kemenangan telak Andy Burnham dari Partai Buruh dalam pemilihan sela Manchester menjadi sinyal dukungan untuk pemimpin baru yang diharapkan dapat membawa perubahan dan menjawab kerinduan warga Inggris akan sosok yang lebih mampu memimpin negara dengan baik.

Source link