Skandal Korupsi Besar di Badan Gizi Nasional Terkuak
JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap skandal dugaan korupsi besar yang melibatkan mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Dadan Hindayana bersama dua koleganya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, diduga terlibat dalam skema penunjukan yayasan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mencurigakan.
Penunjukan Yayasan Mitra yang Tersangkut Skandal
Penyidik menemukan bahwa yayasan-yayasan yang terpilih sebagai mitra SPPG terkait erat dengan para tersangka korupsi. Dalam operasinya, para tersangka melakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN sehingga yayasan yang seharusnya tidak memenuhi syarat tetap dapat lolos.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa yayasan yang dilibatkan merupakan alat untuk kejahatan yang terafiliasi langsung dengan para tersangka. Meskipun tidak memenuhi syarat, yayasan tersebut tetap terlibat karena campur tangan dan intervensi dari pihak terkait.
Aksi Korupsi untuk Keuntungan Pribadi
Para tersangka, termasuk Dadan Hindayana selaku mantan kepala BGN, disinyalir meraup keuntungan pribadi yang besar dari pengelolaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anggaran program nasional ini bernilai fantastis, mencapai Rp 268 triliun pada tahun 2026 dari Rp 85,27 triliun pada tahun sebelumnya.
Melalui aksi korupsi ini, para tersangka diduga menerima insentif miliaran rupiah setiap hari melalui yayasan mitra yang terafiliasi dengan mereka. Proses intervensi ilegal juga dilakukan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk menggelembungkan harga dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN.
Kejagung mencatat bahwa proyek pengadaan barang dan jasa yang terlibat mencakup motor listrik, sepatu, tablet elektronik, serta televisi senilai miliaran rupiah. Penangkapan Dadan Hindayana sebagai puncak dari pengungkapan skandal korupsi ini menunjukkan keseriusan pihak berwajib dalam memberantas tindakan korupsi.
Saat ini, proses penyidikan terus berjalan dengan penyitaan barang bukti dan pemeriksaan terhadap para tersangka untuk mengungkap seluruh keterlibatan dalam skandal korupsi yang menggemparkan publik tersebut.




