Klaim Trump Terbantahkan: Iran Masih Punya Drone Canggih

by -101 Views

Iran Tembak Jatuh Drone AS di Selat Hormuz dengan Sistem Pertahanan Udara Baru

Jakarta, CNBC Indonesia – Iran mengumumkan telah menggunakan sistem pertahanan udara baru untuk berhasil menembak jatuh pesawat nirawak atau drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat (AS) di dekat Selat Hormuz. Keberhasilan ini membuktikan bahwa Teheran masih memiliki kemampuan untuk menanggapi serangan AS dan Israel meskipun situs militernya terus diserang selama beberapa bulan.

Media Iran melaporkan bahwa drone itu jatuh di dekat Pulau Qeshm di Selat Hormuz. Pencegatan ini adalah kali pertama sistem tempur ini digunakan dari sistem yang dikembangkan lokal yang dinamakan Arash-e Kamangir. Hingga saat ini, belum ada bukti independen yang memvalidasi klaim Iran tentang sistem pencegatan baru ini.

Pertahanan Udara Iran Tetap Terjaga di Selat Hormuz

Menanggapi klaim Iran, pertanyaan muncul mengenai sejauh mana kemampuan pertahanan udara Iran yang tersisa dan apakah Iran mampu mempertahankan diri dari serangan selanjutnya jika negosiasi tidak mencapai kesepakatan. Sistem Arash-e Kamangir yang digunakan diklaim mampu mendeteksi teknologi siluman (stealth), namun detail teknisnya masih minim.

Iran menyebut penggunaan sistem ini sebagai peringatan bagi pesawat musuh yang beroperasi di dekat wilayah udara dan perbatasan maritim Iran. Hal ini terjadi ketika Teheran sedang berusaha memanfaatkan kendali sebagian atas Selat Hormuz dalam negosiasi gencatan senjata dengan AS.

Iran Manfaatkan Konsep Pertahanan Seluler Berbiaya Rendah

Para ahli menilai bahwa konsep di balik sistem Arash-e Kamangir sangat beralasan karena Iran telah banyak berinvestasi dalam sistem pertahanan seluler yang diproduksi di dalam negeri. Hal ini memungkinkan Iran untuk mengancam drone tanpa tergantung pada radar yang mudah terdeteksi.

Jatuhnya drone Reaper ini dapat memaksa AS untuk lebih bergantung pada rudal yang mahal, sementara Iran dapat terus memproduksi drone Shahed yang relatif murah. Ini memberikan potensi keuntungan ekonomi jangka panjang bagi Iran dalam konflik yang berlangsung.

Dugaan Alex Almeida, analis keamanan dari Horizon Engage, menyatakan bahwa Arash-e Kamangir bukanlah senjata revolusioner yang benar-benar baru. Namun, langkah ini mencerminkan peralihan Iran ke pertahanan udara berbiaya rendah dengan penggunaan panduan elektro-optik atau pencari panas yang mudah dipasang dan diluncurkan.

Source link