3 Perusahaan Suplai 26.000 KL Etanol ke RI untuk Bensin E5

by -80 Views

3 Perusahaan Siap Suplai 26.000 KL Bioetanol untuk Bensin E5 di Indonesia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengonfirmasi bahwa ada tiga perusahaan dalam negeri yang bersedia memasok bioetanol sebanyak 26.000 kiloliter (KL) untuk bahan bakar E5. Langkah ini merupakan bagian dari rencana wajib pencampuran BBM jenis bensin dengan etanol sebesar 5% (E5), yang dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juli 2026.

Menurut Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, kebutuhan akan etanol ini harus dipenuhi dengan menggunakan sumber bahan baku lokal. Pemerintah saat ini sedang memantau pasokan dari produsen dalam negeri sebelum menetapkan alokasi volume secara resmi melalui regulasi terkait.

Rencana Implementasi Bertahap di Wilayah-Wilayah Tertentu

Kebijakan mandatori E5 direncanakan akan diterapkan secara bertahap di sejumlah wilayah di Indonesia sebelum diperluas ke skala nasional. Salah satu informasi yang disampaikan adalah bahwa mandatori bensin E5 akan dimulai di wilayah-wilayah di Pulau Jawa, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

PT Pertamina (Persero) sudah menyiapkan infrastruktur blending etanol di 179 lokasi untuk mendukung distribusi bahan bakar nabati ini kepada konsumen. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri ESDM untuk menggunakan bahan baku lokal dalam rangka mencapai tujuan pemanfaatan energi baru terbarukan demi mengurangi dampak geopolitik global terhadap pasokan bahan bakar di dalam negeri.

Diversifikasi Sumber Bahan Baku untuk Meminimalisir Dampak

Selain etanol dari tebu, pemerintah berharap dapat menggunakan sumber daya alam lainnya seperti jagung dan singkong untuk memproduksi bioetanol. Tujuannya adalah untuk mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060 dan meningkatkan ketahanan energi dalam negeri.

Source link