Target Gerakan Pengendalian Inflasi di Jatim: Strategi Nasional

by -124 Views

Program Pengendalian Inflasi dan Pangan Perlu Diperkuat di Tengah Tantangan Ketahanan Pangan

Jakarta, CNBC Indonesia – Gerakan pengendalian inflasi pangan perlu diperkuat. Terutama dengan semakin kompleksnya tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Berbagai program pengendalian inflasi yang dilakukan secara konsisten melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat) dan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) selama ini terbukti mampu menjaga stabilitas inflasi nasional. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2026 tercatat sebesar 2,42% (yoy).

Sementara itu, inflasi kelompok volatile food juga tetap terkendali sebesar 3,37% (yoy), berada dalam kisaran sasaran 3,0%-5,0% sebagaimana kesepakatan pada High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (29/1).

Bank Indonesia Luncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Nasional

Bank Indonesia pun kembali meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Nasional di Sidoarjo, Jawa Timur. GPIPS merupakan penguatan dari program pengendalian inflasi sebelumnya yang dikenal sebagai Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Melalui GPIPS, program pengendalian inflasi pangan dirumuskan selaras dengan program prioritas untuk mencapai ketahanan pangan, energi, dan finansial.

Fokus Program GPIPS 2026

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menjelaskan GPIPS merupakan gerakan strategis mengorkestrasi inflasi. Di mana angka inflasi ditargetkan 2,5 plus/minus 1% pada 2026.

Di luar kapasitas produksi, Jatim memiliki posisi strategis sebagai hub perdagangan kawasan timur Indonesia, yang dalam peta konektivitas nasional dikenal sebagai Gerbang Baru Nusantara. Melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Jatim menjadi simpul distribusi utama yang menghubungkan arus logistik pangan dari Jawa menuju berbagai wilayah di Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman menyampaikan GPIPS dilakukan dengan penguatan implementasi strategi 4K, yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.

Sementara itu, untuk tambahan komoditas lain disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulampua, hingga Balinusra.

Source link