AS-Iran: Ancaman Perang Baru

by -233 Views

Situasi Ketegangan AS-Iran Menjelang Ledakan Perang Baru

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kian memasuki fase berbahaya setelah tiga bulan berlalu sejak Washington dan Israel melancarkan serangan terhadap Teheran. Kebuntuan kini terjadi di tengah blokade AS terhadap pelabuhan Iran dan kontrol ketat Teheran atas Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia yang menjadi urat nadi perdagangan energi global.

Situasi itu memicu kekhawatiran baru di kalangan pembuat kebijakan internasional, bukan lagi soal apakah kesepakatan damai bisa tercapai, melainkan berapa lama ketegangan dapat bertahan sebelum kesalahan perhitungan dari Washington atau Teheran kembali memicu perang terbuka. Desakan untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran juga makin menguat di AS dan Israel, namun sejumlah analis mempertanyakan efektivitas langkah tersebut.

Masalah Garis Merah Iran

Danny Citrinowicz, peneliti senior Iran di Institute for National Security Studies Israel, menekankan bahwa Iran memiliki keyakinan ideologis yang kuat terkait program rudal, kemampuan nuklir, dan kontrol atas Selat Hormuz. Menyerah dalam hal ini dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap identitas Iran.

Mantan pejabat Iran di Departemen Luar Negeri AS, Alan Eyre, meyakini bahwa kesepakatan antara AS dan Iran akan sulit tercapai. Trump sendiri telah memberikan tekanan maksimal terhadap Iran dengan ancaman-ancaman yang keras.

Perjuangan Ekonomi Iran di Balik Sikap Menantang

Meski Iran menunjukkan sikap menantang ke permukaan, di belakang layar, situasi ekonomi negara tersebut semakin tergerus. Inflasi yang tinggi, pengangguran, dan serangan terhadap industri utama menjadi beban tersendiri bagi Teheran.

Upaya Iran untuk mencapai kesepakatan awal, terutama terkait Selat Hormuz, diharapkan dapat mengarahkan pada pembicaraan lanjutan. Namun, posisi AS yang kaku dalam menanggapi usulan Iran mempersulit proses negosiasi.

Source link