Nuklir Rusia Bergerak: Ancaman atau Diplomasi?

by -124 Views

Rusia dan Belarusia Gelar Latihan Nuklir Bersama, Ketegangan dengan NATO

Pada Senin (18/5/2026), Rusia dan Belarusia menggelar latihan militer nuklir bersama sebagai langkah menghadapi meningkatnya ketegangan dengan aliansi NATO dan tidak adanya kemajuan dalam pembicaraan pengendalian senjata nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Latihan ini menegaskan eskalasi rivalitas geopolitik antara Moskow dengan Barat yang terus memburuk sejak perang Ukraina pecah.

Kementerian Pertahanan Belarusia menyatakan latihan tersebut melibatkan simulasi pengiriman amunisi nuklir dan persiapan penggunaannya bersama pihak Rusia. Pasukan rudal dan kekuatan udara dari kedua negara terlibat dalam latihan ini.

Latihan Militer tanpa Ancaman Terhadap Negara Lain

Menurut pernyataan resmi, Minsk menegaskan bahwa latihan ini tidak ditujukan kepada negara tertentu dan tidak mengancam keamanan kawasan. Belarusia juga telah menempatkan rudal hipersonik terbaru Rusia, Oreshnik, di wilayah mereka sejak tahun lalu. Rudal ini memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir dan dianggap sebagai senjata strategis Moskow dalam menghadapi NATO.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memerintahkan penguatan pasukan di perbatasan utara dengan Belarus dan menuduh Rusia sedang menyiapkan potensi ofensif baru. Zelensky menyatakan bahwa Moskow berusaha untuk melibatkan Belarus lebih dalam dalam konflik Ukraina.

Kerusuhan Terkait Senjata Nuklir

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, Rusia sering menggunakan retorika nuklir di tengah dukungan militer yang meningkat dari Barat kepada Ukraina. Pengujian rudal balistik antarbenua Sarmat oleh Rusia beberapa bulan setelah berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara Rusia dan AS.

Rudal Sarmat disebut sebagai senjata paling kuat yang pernah dikembangkan Rusia dan mampu menembus sistem pertahanan rudal Barat. Langkah ini dianggap sebagai upaya Rusia untuk mengontrol dan menunjukkan kekuatan militernya di tengah situasi geopolitik yang tidak pasti.

Belarusia, sekutu dekat Putin, meningkatkan koordinasi militernya dengan Rusia melalui latihan nuklir bersama di tengah kebuntuan diplomatik dengan Barat. Skema kerja sama ini menunjukkan bahwa Rusia dan Belarusia terus memperkuat hubungan strategis mereka meskipun ketegangan regional semakin meningkat.

Source link