PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) baru saja mengumumkan laporan kepemilikan saham, dimana Triputra Investindo Arya telah melepas sejumlah saham AADI. Berdasarkan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Triputra Investindo Arya menjual 3.841.900 saham AADI dengan harga Rp 8.789 per saham, dengan total penjualan mencapai sekitar Rp 33,76 miliar pada tanggal 18 Februari 2026. Tujuan dari transaksi divestasi ini adalah untuk memperbarui status kepemilikan langsung Triputra Investindo Arya.
Setelah penjualan saham AADI, Triputra Investindo Arya sekarang masih memegang 0,45% saham AADI atau sekitar 34.728.800 saham. Jumlah ini mengalami penurunan dari sebelumnya sebesar 0,50% saham AADI atau sekitar 38.570.700. Pada perdagangan saham sesi kedua tanggal 23 Februari 2026, harga saham AADI mengalami penurunan sebesar 0,54% menjadi Rp 9.275 per saham, dibuka turun 25 poin dari Rp 9.300 per saham. Saham AADI bergerak antara level tertinggi Rp 9.300 dan terendah Rp 8.925 per saham, dengan total frekuensi perdagangan mencapai 9.103 kali dan volume perdagangan saham sebanyak 148.037 saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 134,6 miliar.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 1,4% menjadi 8.387,17 dan indeks saham LQ45 meningkat 1,3% menjadi 846,70. Seluruh indeks saham acuan juga menunjukkan peningkatan. Pada awal pekan ini, IHSG berada di kisaran tertinggi 8.397,06 dan terendah 8.327,56, dengan 439 saham mengalami kenaikan yang turut mendukung kenaikan IHSG. Sebanyak 227 saham melemah dan 144 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 2.346.711 kali dengan volume perdagangan mencapai 37,8 miliar saham, dan nilai transaksi harian mencapai Rp 17,8 triliun.





