Roadmap Pasar Derivatif dan Pasar Modal: Tujuan OJK

by -86 Views

Pasar modal Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan produk pendanaan dan investasi berkelanjutan yang signifikan. Hingga Desember 2025, total akumulasi penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan mencapai IDR 74,14 triliun (USD 4,43 miliar). Tema Lingkungan (green) mendominasi sebesar 42,72 persen, diikuti oleh tema Sosial (social) sebesar 28,82 persen, Keberlanjutan (sustainability) sebesar 26,44 persen, dan Terkait Keberlanjutan (sustainability-linked) sebesar 2,02 persen. Roadmap yang diterapkan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan sebesar 55,11 persen setiap tahun.

Pasar modal Indonesia juga melihat perkembangan produk investasi ESG, dengan nilai aset di Reksa Dana mencapai Rp9,98 triliun (USD 596,96 juta) pada Desember 2025. Reksa Dana berbasis ESG ini didominasi oleh reksa dana indeks sebesar 52,88 persen, diikuti oleh reksa dana pendapatan tetap sebesar 18,21 persen dan exchange traded fund (ETF) sebesar 17,46 persen. Pertumbuhan produk reksa dana berbasis ESG diperkirakan mencapai 14,36 persen per tahun.

Selain itu, berbagai indeks berbasis ESG telah hadir di pasar modal Indonesia, seperti SRI-KEHATI, IDX ESG Leaders, ESG Sector Leaders IDX KEHATI, ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan IDX LQ45 Low Carbon Leaders. Indeks ini digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan investasi dengan mempertimbangkan kinerja keuangan dan aspek ESG.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penyusunan roadmap ini, termasuk Kementerian dan Lembaga terkait, SRO, asosiasi industri keuangan, pemangku kepentingan lainnya, serta mitra pembangunan, Asian Development Bank (ADB). Dengan penerapan roadmap pasar modal berkelanjutan, OJK berharap tercipta sinergi yang kuat antara pengembangan instrumen keuangan, perlindungan investor, dan pendanaan serta investasi berkelanjutan.

Source link