Pendapatan DOID Turun 16%: Penyebab dan Solusinya

by -92 Views

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mengalami penurunan signifikan dalam pendapatan sepanjang tahun buku 2025. Hal ini disebabkan oleh berbagai gangguan operasional yang mempengaruhi volume kerja. Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, mengungkapkan bahwa pendapatan Grup turun sebesar 16% secara tahunan dan mencapai USD 1,48 miliar.

Tekanan pada kinerja keuangan ini terutama terjadi akibat kondisi operasional yang menantang, termasuk cuaca buruk dan penyelesaian kontrak tambang. Volume overburden removal mengalami penurunan sebesar 19% menjadi 439 juta bank cubic meters (MBCM), sedangkan produksi batu bara turun 6% menjadi 84 juta ton sepanjang tahun tersebut.

Gangguan operasional pada kuartal pertama juga menjadi salah satu faktor utama penurunan pendapatan yang dialami BUMA. Kendala cuaca dan penyelesaian kontrak tambang turut mempengaruhi aktivitas perusahaan. Selain itu, berkurangnya kontribusi dari beberapa site akibat proses ramp-down dan berakhirnya kontrak di Indonesia dan Australia juga turut berdampak terhadap kinerja BUMA.

Meskipun demikian, harga jual rata-rata (average selling price/ASP) kontraktor tambang relatif stabil dengan penurunan 1% secara tahunan. Faktor lain yang mempengaruhi pendapatan adalah porsi kontrak rise-and-fall yang lebih tinggi. Dengan demikian, penurunan pendapatan yang dialami oleh BUMA Internasional Grup Tbk merupakan hasil dari berbagai faktor seperti gangguan operasional dan kondisi eksternal yang mempengaruhi kinerja perusahaan.

Source link