PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan terkait perkembangan terbaru rencana aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Right Issue senilai Rp 3,2 triliun yang sedang diproses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan menegaskan bahwa rencana tersebut berjalan sesuai jadwal awal dan komitmen dari pemegang saham pengendali tetap terjaga.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyatakan bahwa perseroan telah menyelesaikan respons atas pertanyaan dari regulator dan sekarang menunggu langkah selanjutnya dari OJK. Selain Right Issue, perusahaan juga sedang menyiapkan penerbitan obligasi pada awal 2026. Arif menegaskan bahwa struktur pendanaan Right Issue akan mendukung ekspansi infrastruktur digital perusahaan tanpa ada perubahan dalam rencana tersebut. Semua dokumen yang diperlukan telah diselesaikan dan perusahaan kini menunggu keputusan dari regulator terkait rencana aksi korporasi tersebut.
INET Pastikan Tidak Ada Perubahan Rencana terkait Right Issue





