Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed sebagai Dorongan Positif

by -76 Views

Investor global tengah memperhatikan dengan cermat kondisi terbaru di Amerika Serikat (AS) menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada bulan Desember 2025. Sementara harapan untuk pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS, the Federal Reserve (the Fed), semakin meningkat. Data makroekonomi AS masih menjadi sorotan pelaku pasar pekan ini setelah pembukaan kembali pemerintahan AS yang baru-baru ini mengalami shutdown.

Menurut riset dari Ashmore Asset Management Indonesia, penjualan ritel AS dilaporkan melemah lebih dari perkiraan untuk bulan September. Namun, laporan klaim pengangguran awal menunjukkan klaim terendah sejak bulan Februari, mengindikasikan ketahanan pasar tenaga kerja. Meskipun data mingguan masih rentan terhadap gangguan, kumpulan data beragam ini terus mempengaruhi tingginya volatilitas.

Selain itu, ketegangan geopolitik sedikit meningkat di wilayah Timur Tengah yang turut mempertahankan volatilitas pasar. Investor global terus berfokus pada kejelasan situasi terkini di AS, sebelum pertemuan FOMC yang sangat dinantikan pada bulan Desember. Terjadi pergeseran signifikan dalam ekspektasi penurunan suku bunga yang meningkat, mencapai sekitar 80% berdasarkan data terbaru, setelah sebelumnya turun hingga sekitar 30%.

Dampak dari perubahan ekspektasi yang cepat ini terlihat pada imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun yang turun sekitar 15 basis poin menjadi 4%. Selain itu, ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih agresif mendorong selera risiko global dan mendukung aset berisiko seperti saham di kawasan Asia.

Meskipun imbal hasil obligasi AS menunjukkan penurunan minggu lalu, imbal hasil obligasi Indonesia malah naik sekitar 15 basis poin menjadi 6,3% karena mata uang Indonesia melemah relatif meski menguat minggu sebelumnya. Sikap Bank Indonesia (BI) yang aktif dalam menjaga stabilitas mata uang juga berkontribusi terhadap tren pelemahan mata uang tersebut yang mempengaruhi imbal hasil yang dibutuhkan oleh investor dalam jangka pendek.

Source link