Ketegangan konflik geopolitik antara Iran dan Israel di wilayah Timur Tengah mulai mereda dengan kedua negara mencoba untuk mengadakan gencatan senjata. Sementara itu, harga kontrak berjangka minyak mentah terus menurun di pasar komoditas dan kini berada di bawah level sebelum pecahnya konflik antara Iran dan Israel.
Pasar saham Indonesia (IHSG) mengalami tekanan, dengan 401 saham merah, 212 saham menguat, dan 186 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 1.198.560 kali dengan volume perdagangan mencapai 22,6 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 13 triliun. Dolar Amerika Serikat berada pada kisaran 16.285 terhadap rupiah.
Mayoritas sektor saham mengalami penurunan, di mana sektor saham basic menjadi yang paling terkoreksi dengan turun 2,03%. Disusul oleh sektor saham energi (-1,77%), sektor saham properti (-1,33%), sektor saham consumer siklikal (-1,14%), sektor saham industri (-0,35%), dan sektor saham keuangan (-0,11%).
Di sisi lain, sektor saham transportasi mengalami kenaikan terbesar sebesar 1,1%, diikuti oleh sektor saham teknologi (+0,72%), sektor saham infrastruktur (+0,17%), sektor saham kesehatan (+0,29%), dan sektor saham consumer nonsiklikal (+0,01%).





