**12 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Ginjal**

by -40 Views

Gangguan fungsi ginjal membuat organ tersebut tidak lagi optimal menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari tubuh. Karena itu, penderita penyakit ginjal perlu lebih cermat memilih makanan dan minuman. Pola makan atau diet ginjal umumnya mengatur asupan natrium, kalium, fosfor, serta protein agar tidak menambah beban kerja ginjal.

Pembatasan makanan tidak selalu sama untuk setiap pasien. Jenis dan jumlah makanan yang masih dapat dikonsumsi bergantung pada tahap penyakit ginjal serta apakah pasien sudah menjalani terapi cuci darah atau dialisis. Konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam atau ahli gizi klinis diperlukan untuk menentukan pengaturan makan yang sesuai kondisi masing-masing.

Makanan tinggi garam dan kalium

Kelompok makanan pertama yang perlu dibatasi adalah makanan tinggi natrium atau garam. Contohnya meliputi makanan olahan, makanan kaleng, sosis, kornet, mi instan, dan camilan asin. Asupan natrium yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh menahan cairan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan darah sekaligus memperberat kerja ginjal.

Penderita penyakit ginjal juga perlu memperhatikan makanan dengan kandungan kalium tinggi. Beberapa di antaranya adalah pisang, alpukat, jeruk, kentang, tomat, dan bayam. Ketika fungsi ginjal menurun, organ tersebut tidak mampu membuang kelebihan kalium secara optimal.

Penumpukan kalium dalam darah, yang disebut hiperkalemia, dapat memicu gangguan irama jantung dan berkembang menjadi kondisi berbahaya. Meski demikian, pembatasan makanan tinggi kalium harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Porsi dan jenis makanan yang perlu dihindari atau dikurangi tidak dapat disamaratakan untuk seluruh penderita penyakit ginjal.

Fosfor dan protein juga perlu dikendalikan

Fosfor menjadi nutrisi lain yang perlu diperhatikan. Makanan yang disebut tinggi fosfor antara lain produk olahan susu seperti keju, yoghurt, dan susu sapi, jeroan, kacang-kacangan, serta minuman bersoda berwarna gelap, termasuk cola. Kadar fosfor yang terlalu tinggi dalam darah dapat mengikis kalsium dari tulang dan membuat tulang menjadi rapuh.

Asupan protein hewani, terutama daging merah dan daging olahan, juga sebaiknya tidak berlebihan. Tubuh tetap memerlukan protein, tetapi konsumsi dalam jumlah besar menghasilkan sisa metabolisme berupa urea. Zat tersebut harus disaring oleh ginjal sehingga kelebihan protein dapat menambah beban penyaringan pada organ yang sudah mengalami gangguan.

Informasi mengenai pembatasan natrium, kalium, fosfor, dan protein tersebut mengutip Kementerian Kesehatan serta sumber lain. Pasien tidak dianjurkan mengubah pola makan secara mandiri karena kebutuhan diet dapat berbeda berdasarkan tahap penyakit dan status dialisis. Penyesuaian menu sebaiknya dilakukan melalui konsultasi medis secara personal.

Source link