10 Saham Top Losers Sepekan saat IHSG Anjlok 3%

by -50 Views

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan 21–25 September 2026 dengan penurunan 3,09 persen. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Sabtu (26/9/2026), IHSG berakhir di level 6.241,89, turun dari posisi pekan sebelumnya yang berada di 6.441,15.

Sepanjang periode tersebut, indeks bergerak dalam rentang 219,44 poin. Level tertinggi yang dicapai IHSG adalah 6.451,33, sedangkan titik terendahnya berada di 6.231,89.

Kapitalisasi dan transaksi ikut menyusut

Tekanan pada IHSG disertai penyusutan sejumlah indikator perdagangan. Kapitalisasi pasar BEI turun 3,2 persen menjadi Rp10.905 triliun, dibandingkan Rp11.266 triliun pada pekan sebelumnya.

Aktivitas transaksi juga melemah. Total frekuensi perdagangan saham tercatat 1,81 juta kali, turun 3,95 persen dari 1,89 juta kali pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian bahkan merosot 21,32 persen menjadi Rp11,97 triliun, dari sebelumnya Rp15,22 triliun.

Namun, rata-rata volume perdagangan harian justru meningkat 2,04 persen. Volume tersebut mencapai 29,19 miliar saham, naik dari 28,61 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Dari sisi sektoral, tekanan paling besar terjadi pada sektor industri yang terkoreksi 5,48 persen. Sektor infrastruktur menyusul dengan penurunan 4,10 persen, sedangkan sektor teknologi melemah 3,96 persen.

Sektor konsumer nonsiklikal turun 3,50 persen, diikuti sektor energi yang terkoreksi 2,94 persen dan sektor properti serta real estat yang terpangkas 2,95 persen. Sektor bahan dasar melemah 2,59 persen, sementara sektor transportasi dan logistik turun 2,47 persen.

Penurunan juga terjadi pada sektor keuangan sebesar 2,41 persen dan sektor perawatan kesehatan sebesar 2,37 persen.

SAFE memimpin daftar saham dengan penurunan terdalam

Di antara saham yang mencatat koreksi terbesar selama sepekan, PT Steady Safe Tbk (SAFE) berada di posisi teratas. Harga saham SAFE anjlok 40,19 persen menjadi Rp625 per saham, dari Rp1.045 per saham pada pekan sebelumnya.

Posisi berikutnya ditempati PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN). Saham MSIN turun 31,03 persen ke level Rp200 per saham, dibandingkan harga pekan lalu sebesar Rp290 per saham.

Sementara itu, saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) melemah 27,66 persen. Harga saham tersebut berakhir di Rp136 per saham, turun dari Rp188 per saham pada pekan sebelumnya.

Ketiga saham itu menjadi pencatat penurunan terdalam yang disebutkan dalam data perdagangan BEI untuk periode 21–25 September 2026, saat IHSG dan sebagian besar sektor saham berada dalam tekanan.

Source link