HRUM Siapkan Rp120 Miliar untuk Buyback Saham

by -73 Views

PT Harum Energy Tbk (HRUM) menyiapkan dana hingga Rp120 miliar untuk menjalankan pembelian kembali saham atau buyback. Aksi korporasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama periode 28 September hingga 24 Desember 2026 melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI pada Jumat, 25 September 2026, dana buyback akan berasal dari kas internal perseroan. Harum Energy memperkirakan jumlah saham yang dapat dibeli kembali maksimal 111.000.000 saham, atau setara dengan 0,82 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.

Dengan nilai nominal Rp20 per saham, nilai nominal keseluruhan saham yang menjadi sasaran buyback diperkirakan mencapai Rp2,2 miliar. Jumlah tersebut merupakan batas maksimal saham yang dapat dibeli kembali dalam pelaksanaan aksi korporasi ini.

Mekanisme pelaksanaan buyback

Harum Energy menyatakan pelaksanaan buyback akan mengikuti ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13/2023. Perseroan menegaskan, total saham yang telah dibeli kembali hingga penyelesaian buyback tidak akan melebihi 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

Buyback akan dilakukan melalui BEI dengan menunjuk satu perantara pedagang efek. Perantara tersebut akan menjalankan pembelian saham melalui perdagangan di BEI selama periode yang telah ditetapkan perseroan.

Perseroan juga menyebut harga pembelian saham akan mengikuti ketentuan yang diatur dalam POJK Nomor 29/2023. Dengan mekanisme tersebut, pelaksanaan transaksi buyback dilakukan dalam koridor aturan pasar modal yang berlaku.

Perseroan klaim kas mencukupi

Dalam keterbukaan informasi, Harum Energy menyatakan aksi buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha. Perseroan menilai modal kerja, kas, dan setara kas yang tersedia mencukupi untuk membiayai pembelian kembali saham sekaligus mendukung kegiatan operasional.

“Perseroan berkeyakinan pelaksanaan buyback saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan mengingat perseroan memiliki modal kerja serta kas dan setara kas yang cukup untuk mendanai buyback saham bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan,” demikian pernyataan Harum Energy yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan kembali menegaskan bahwa pelaksanaan buyback diharapkan tidak berdampak negatif secara material terhadap kegiatan usaha dan operasional karena dukungan modal kerja yang dinilai memadai.

Sementara itu, berdasarkan data RTI, saham HRUM ditutup stagnan pada level Rp875 per saham. Sepanjang perdagangan, saham tersebut bergerak pada kisaran Rp865 hingga Rp880 per saham.

Saham HRUM tercatat diperdagangkan sebanyak 806 kali dengan volume 49.167 saham. Nilai transaksi harian saham tersebut mencapai Rp4,3 miliar.

Source link