Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di ASEAN Cup

by -76 Views

Timnas Indonesia membuka kiprah di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menjamu Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9) pukul 20.00 WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi skuad Garuda memperbaiki catatan buruk saat terakhir kali menghadapi The Lions di stadion tersebut, sekaligus merespons hasil imbang pada pertemuan terbaru kedua tim.

Hampir 18 tahun menanti pertemuan di SUGBK

Indonesia dan Singapura terakhir bertemu di SUGBK pada 9 Desember 2008. Dalam pertandingan terakhir fase grup Piala AFF 2008 itu, Indonesia yang dilatih mendiang Benny Dollo kalah 0-2.

Dua gol Singapura dicetak Baihakki Khaizan dan Shi Jiayi. Kala itu, Singapura sedang berada dalam salah satu periode terbaiknya dengan mengandalkan sejumlah pemain naturalisasi dari Afrika dan Eropa.

Setelah hampir 18 tahun, kedua tim kembali bertanding di stadion yang sama. Perbedaannya, duel kali ini menjadi bagian dari FIFA ASEAN Cup 2026, kompetisi yang berada di bawah naungan FIFA dan akan diawali dengan pertandingan fase grup.

Pertemuan terakhir Indonesia dan Singapura berlangsung pada 7 Agustus lalu di fase grup Piala AFF 2026. Bermain di kandang Singapura, Indonesia bermain imbang 1-1. Hasil itu membuat Garuda tersingkir dari turnamen tersebut.

Rekor keseluruhan berpihak kepada Indonesia

Secara keseluruhan, Indonesia memiliki catatan lebih baik dalam 61 pertemuan melawan Singapura. Garuda meraih 31 kemenangan, sedangkan Singapura menang 18 kali. Sebanyak 12 pertandingan lainnya berakhir imbang.

Namun, statistik khusus di Piala AFF sejak 1996 menunjukkan persaingan yang lebih ketat. Dari 12 pertemuan, Singapura mengoleksi lima kemenangan, Indonesia tiga kemenangan, dan empat laga berakhir imbang. Dalam rangkaian tersebut, Indonesia mencetak 14 gol, sementara Singapura 16 gol.

Dalam lima pertemuan terakhir, Indonesia sedikit unggul dengan dua kemenangan. Singapura meraih satu kemenangan dan dua laga lainnya berakhir imbang. Rekor tersebut memberi modal kepercayaan diri, tetapi hasil akhir tetap akan ditentukan oleh penampilan kedua tim di lapangan.

Garuda tidak tampil dengan skuad lengkap

Indonesia menghadapi laga pembuka tanpa beberapa pemain penting. Kapten Jay Idzes absen karena cedera otot paha. Yakob Sayuri juga masih menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan Dony Tri Pamungkas harus dicoret karena cedera.

Pelatih John Herdman kemudian memanggil Shayne Pattynama dan Rizky Eka Pratama untuk melengkapi skuad akhir. Indonesia masih memiliki sejumlah pemain dengan kualitas individu yang diharapkan mampu memberi tekanan sejak menit awal, termasuk para pemain diaspora seperti Kevin Diks Bakarbessy.

Singapura juga kehilangan penyerang Ikhsan Fandi akibat cedera. Meski demikian, The Lions tetap memiliki pemain seperti Hariss Harun, Kyoga Nakamura, Harhys Stewart, dan Ilhan Fandi.

Kondisi skuad yang relatif berimbang membuat strategi Herdman menjadi salah satu faktor penting. Indonesia perlu memanfaatkan status sebagai tuan rumah, menjaga konsentrasi, serta menghindari kesalahan yang bisa membuka ruang bagi serangan Singapura. Dukungan suporter di SUGBK diharapkan membantu Garuda mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil positif.

Laga Indonesia melawan Singapura disiarkan melalui EMTEK Media, termasuk Indosiar, SCTV, Moji, Vidio, dan NEX.

Source link