IHSG Hari Ini Anjlok 1,2% ke 6.298 akibat Aksi Ambil Untung

by -64 Views

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.298 pada perdagangan Kamis pekan ini. Indeks tertekan oleh aksi ambil untung dan tekanan jual asing, meski kebijakan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan masih menjadi bantalan bagi stabilitas pasar.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 6.287,45 hingga 6.368. Pelemahan terjadi secara luas, tercermin dari 462 saham yang turun. Sebanyak 188 saham menguat, sedangkan 144 saham lainnya tidak berubah.

Dengan posisi penutupan tersebut, IHSG tercatat anjlok 1,2 persen. Aktivitas transaksi berlangsung dalam 1.656.621 kali frekuensi perdagangan, dengan volume mencapai 29,3 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat Rp11,2 triliun.

Tekanan menyebar ke seluruh sektor

Seluruh sektor saham berakhir di zona merah. Sektor basic menjadi kelompok dengan koreksi terdalam, yakni 2,17 persen. Berikutnya, sektor industri turun 2,09 persen, sementara sektor properti melemah 1,66 persen.

Sektor keuangan juga tertekan dengan penurunan 1,32 persen. Sektor siklikal turun 1,28 persen, sedangkan sektor kesehatan terkoreksi 1,1 persen. Sektor teknologi dan infrastruktur masing-masing melemah 1,14 persen.

Pelemahan lainnya terjadi pada sektor transportasi sebesar 0,84 persen, energi 0,62 persen, serta consumer nonsiklikal 0,36 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan perdagangan tidak hanya terkonsentrasi pada satu kelompok saham, melainkan berlangsung di seluruh sektor yang tercatat.

Investor menunggu katalis baru

Di pasar valuta, dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp17.909 terhadap rupiah. Pergerakan tersebut menjadi bagian dari tekanan eksternal yang ikut membayangi pasar saham, bersamaan dengan aksi jual oleh investor asing.

Analis pasar modal Nafan mengatakan keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen memberikan bantalan terhadap stabilitas pasar. Namun, menurut dia, kebijakan tersebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi tekanan eksternal dan aksi jual asing.

“Dengan demikian, saya melihat pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam fase volatilitas dan konsolidasi, dengan investor cenderung melakukan profit taking serta menunggu katalis baru,” kata Nafan.

Pernyataan tersebut menggambarkan kondisi perdagangan yang masih diwarnai kehati-hatian. Setelah tekanan jual membawa mayoritas saham melemah, pelaku pasar dinilai masih mencermati munculnya katalis baru sebelum menentukan arah transaksi berikutnya.

Source link