Dilema Pengusaha: Bahan Baku Naik, Harga Jual Tertahan

by -68 Views

Gejolak geopolitik di Timur Tengah menambah tekanan terhadap industri manufaktur Indonesia. Kenaikan harga bahan baku dan gangguan pada rantai pasok membuat biaya produksi meningkat, sementara pelaku usaha kesulitan menyesuaikan harga jual karena mempertimbangkan daya beli masyarakat serta persaingan pasar yang tinggi.

Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi mengatakan situasi tersebut menciptakan dilema bagi pengusaha. Di satu sisi, kenaikan biaya tidak dapat sepenuhnya dihindari. Namun di sisi lain, menaikkan harga produk berisiko menurunkan kemampuan pasar untuk menyerap barang yang dihasilkan.

Margin tertekan, ekspansi ditahan

Kombinasi antara biaya produksi yang tinggi dan terbatasnya kemampuan pasar menyerap kenaikan harga membuat margin usaha tertekan. Pengusaha pun memilih menahan ekspansi sebagai langkah untuk menghadapi kondisi tersebut.

Menurut Diana, penyesuaian yang dilakukan pelaku industri dapat berupa pengurangan volume produksi hingga tenaga kerja. Langkah itu diambil karena perusahaan harus menyesuaikan kegiatan operasional dengan kondisi pasar yang belum mampu menerima kenaikan harga produk.

Tekanan tersebut juga memperlihatkan bahwa persoalan manufaktur tidak hanya berkaitan dengan biaya di tingkat produksi. Ketika harga bahan baku dan biaya rantai pasok naik, pengusaha membutuhkan pasar yang tetap memiliki daya beli agar produk yang dihasilkan dapat terserap. Tanpa dukungan permintaan, kenaikan biaya berpotensi semakin mempersempit ruang usaha.

Dorongan daya beli dan pembiayaan

Diana berharap pemerintah mengambil langkah untuk mendorong daya beli masyarakat. Menurut dia, penguatan daya beli diperlukan agar produk manufaktur tetap terserap, sekalipun pelaku usaha harus melakukan penyesuaian harga mengikuti kondisi pasar.

Selain kebijakan yang menyasar permintaan, pengusaha juga meminta perhatian khusus bagi sektor-sektor yang mengalami kontraksi. Diana menyebut sektor kendaraan bermotor dan logam sebagai bidang yang membutuhkan dukungan pemerintah.

Dukungan itu, lanjutnya, dapat diberikan melalui kebijakan yang mendorong pemulihan sektor terkait. Kemudahan pembiayaan bagi pelaku industri juga dinilai penting untuk membantu perusahaan mempertahankan kegiatan usaha sekaligus mendukung ekspansi bisnis.

Kebutuhan pembiayaan menjadi semakin penting ketika perusahaan menghadapi peningkatan biaya, tetapi tetap perlu menjaga keberlangsungan operasional dan kapasitas produksinya. Bagi pengusaha, kebijakan pemerintah di sektor tersebut diharapkan tidak hanya merespons tekanan biaya, tetapi juga membantu membuka ruang pertumbuhan di tengah ketidakpastian pasar.

Diana Dewi menyampaikan pandangan tersebut dalam dialog bersama Andi Shalini di program Squawk Box CNBC Indonesia pada Rabu, 16 September 2026.

Source link