Investor Asing Masih Beli Saham Meski IHSG Melemah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tipis dalam perdagangan saham 24-28 Agustus 2026. Meskipun demikian, ada 10 saham yang mencatatkan penurunan terbesar atau top losers selama satu minggu tersebut.
Susut 0,12%, IHSG di Angka 6.518,12
Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir pada Sabtu (29/8/2026), IHSG turun 0,12% menjadi 6.518,12. Selama minggu tersebut, IHSG mencapai level tertinggi di 6.566,90 dan level terendah di 6.376,65.
Kapitalisasi pasar saham juga mengalami penurunan sebesar 0,16% menjadi Rp 11.431 triliun dari Rp 11.449 triliun sepekan sebelumnya.
Investor Asing Lakukan Aksi Beli Saham
Meskipun IHSG melemah, investor asing masih melakukan aksi beli saham. Namun, nilai pembelian saham oleh investor asing tidak sebesar pekan sebelumnya yang mencapai Rp 2,23 triliun. Selama satu minggu terakhir, nilai pembelian saham oleh investor asing mencapai Rp 279,23 miliar. Hingga Agustus 2026, investor asing telah mencatatkan aksi jual saham sebesar Rp 70,36 triliun.
Rata-rata volume perdagangan saham turun 28,33% menjadi 36,05 miliar saham dari 50,30 miliar saham minggu sebelumnya. Di samping itu, nilai transaksi harian saham juga mengalami penurunan sebesar 1,84% menjadi Rp 15,28 triliun dari Rp 15,57 triliun. Sementara rata-rata frekuensi perdagangan saham turun 2,64% menjadi 2,15 juta kali dari 2,21 juta kali.
Saham Top Losers Pekan Ini
Di tengah koreksi IHSG, terdapat 10 saham top losers selama pekan tersebut. Bahkan, kinerja saham-saham ini turun lebih dalam daripada IHSG. Salah satunya adalah saham PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) yang mencatatkan koreksi terbesar dengan penurunan 16,42% menjadi Rp 224 per saham dari Rp 268 per saham pekan sebelumnya.
Selain TAMA, saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) juga merosot 12,33% menjadi Rp 1.990 per saham dari Rp 2.270 per saham. Sementara saham PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) turun 10,11% menjadi Rp 80 per saham dari Rp 89 per saham pekan lalu.





