Menyambut Tol Layang Baru Anti Gempa Terpanjang di Jakarta

by -53 Views

Proyek Jalan Tol Harbour Road II: Jalan Tol Elevated Tertinggi di Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Jalan Tol Harbour Road II Ruas Ancol Timur – Pluit menjadi tol layang tertinggi di Indonesia dengan struktur setinggi 38 meter, mengalahkan Tol Layang MBZ yang memiliki tinggi 15 meter. Proyek ini sedang dalam proses pembangunan dan pembebasan lahan mencapai 77%.

Progres Pembangunan & Investasi

Progres pembangunan Tol Harbour Road II sudah mencapai 44,12% dengan rencana investasi sejumlah Rp15,08 triliun. Direncanakan proyek ini akan selesai pada tahun 2028 sebagai langkah untuk mengurai kemacetan di Jalan Tol Harbour Road I dan memperbaiki lalu lintas di sisi utara Jabodetabek.

“Progres kami ini 44,12% dengan availability dari tanah yang sudah UGK infonya sudah 77%. Ini adalah progres baru sebetulnya walaupun UGK sudah sampai 77% availability area yang bisa dikerjakan oleh rekan-rekan kontraktor adalah 81,55%,” ungkap Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, Arief Budhy Hardono.

Manfaat & Keunikan Proyek

Harapannya, Jalan Tol Harbour Road II Ancol Timur-Pluit dapat meringankan lalu lintas dari Pelabuhan Tanjung Priok dengan konektivitas yang membaik ke Bandara Soekarno-Hatta. Proyek dengan desain jalan layang bertingkat ini memiliki panjang 9,7 km, 2×3 lajur, dan dapat dilalui dengan kecepatan hingga 80 km per jam.

Dewan Penasehat PT CMNP Tbk, Jusuf Hamka, menegaskan bahwa tol ini dapat bertahan dari gempa hingga 1.000 tahun dan menggunakan teknologi produksi dalam negeri secara keseluruhan. Ia juga memaparkan bahwa proyek ini merupakan hasil karya anak bangsa tanpa keterlibatan pihak asing dan tanpa menggunakan APBN.

Jalan Harbour Road II ini buat saya merupakan cita-cita yang sejak lama karena ini elevated di atas yang sudah ada. Jadi kalau boleh bilang kalau dulu single-decker sekarang double decker. Dan bapak-ibu saya perlu laporkan ini dibangun oleh anak bangsa sendiri tanpa ada orang-orang luar negeri dan pak dirjen mungkin perlu ketahui ini juga tidak menggunakan APBN. Jadi mudah-mudahan kita yang pekerja keras terus mendapatkan support dari pemerintah terutama dari Bina Marga, BPJT, KSP, kita akan bekerja yang baik dan insyaallah jalan kita ini kekuatan anti gempanya bukan 100 tahun lagi ya, 1.000 tahun pak sekarang,” tutur Jusuf Hamka.

Source link