Saham Berbasis Hijau: Prospek Cerah di Bursa Efek Indonesia

by -45 Views

Bursa Efek Indonesia (BEI) melihat potensi perkembangan perusahaan yang memanfaatkan label saham berbasis hijau, meskipun implementasinya masih terbatas di pasar modal Tanah Air.

Peluang yang Terbuka

Senior Manager of Indices and ESG Business Development BEI, Rony Suniyanto Djojomartono, menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan uji coba terhadap label saham berbasis hijau dengan empat perusahaan. Namun, minat perusahaan untuk mengadopsi label ini masih terbatas.

“Walaupun saat ini minim, namun setelah mengimplementasikan Green Equity ini dan manfaatnya terasa di pasar, kemungkinan akan ada peningkatan minat perusahaan,” kata Rony.

Ia juga menekankan bahwa peluang bagi perusahaan yang berminat akan semakin terbuka ke depan, terutama dengan dorongan untuk transisi energi sebagai dasar operasional perusahaan.

Sektor Potensial

Rony mengidentifikasi beberapa sektor yang memiliki peluang besar untuk memperoleh label Green Equity Designation di masa depan. Sektor-sektor tersebut biasanya terkait dengan taksonomi keberlanjutan.

“Sektor yang kami perhatikan adalah sektor-sektor yang tercantum dalam taksonomi keberlanjutan, seperti energi, penggunaan lahan, kehutanan, pengelolaan sampah, dan sektor industri,” ungkap Rony.

“Saat ini, banyak perusahaan di sektor energi yang memenuhi kriteria hijau. Namun, perusahaan dari sektor lain yang berinisiatif untuk beralih ke energi terbarukan juga berpotensi untuk mendapatkan label ini,” tambahnya.

Source link