Kirim Senjata ke Israel: Bisnis Raksasa dari Negara Ini

by -61 Views

Amnesty Internasional Ungkap Pasokan Senjata India ke Israel selama Konflik Gaza

Jakarta, CNBC Indonesia – Amnesty International mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan milik negara maupun swasta di India telah mengirimkan setidaknya 2.596 pasokan militer ke Israel selama konflik di Gaza berlangsung. Pasokan tersebut mencakup berbagai jenis persenjataan, amunisi, hingga komponen militer yang dilakukan dalam periode Oktober 2023 hingga November 2025.

Penegasan Sekretaris Jenderal Amnesty International

Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard, menegaskan bahwa kebijakan fasilitasi transfer senjata oleh perusahaan India ke Israel membawa risiko yang besar. Ia menyoroti bagaimana keuntungan komersial dikejar di tengah penderitaan yang terus berlangsung di wilayah konflik.

“Mengingat ada perintah tindakan sementara dari Mahkamah Internasional yang mengakui risiko genosida terhadap warga Palestina di Gaza, otoritas India tidak dapat secara kredibel berargumen bahwa mereka tidak mengetahui hal tersebut,” kata Callamard.

Laporan tersebut merinci bahwa total pengiriman meliputi 564.970 bagian persenjataan peledak, suku cadang senjata ringan kelas militer, dan ratusan komponen kendaraan tempur yang dikirimkan kepada pemasok utama militer Israel.

Hubungan Pertahanan India-Israel

Hubungan pertahanan antara India dan Israel mengalami percepatan signifikan dalam satu dekade terakhir. India saat ini tercatat sebagai pembeli senjata Israel terbesar di dunia, dengan beberapa produsen senjata Israel mendirikan fasilitas produksi melalui usaha patungan dengan perusahaan India.

“Masalah ekspor India, termasuk ekspor dengan implikasi militer, dipandu oleh kepentingan nasional kami dan komitmen kami terhadap berbagai rezim,” tegas Menteri Urusan Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar.

Hingga Juli 2026, sebanyak 247.387 warga Palestina telah menjadi korban jiwa maupun luka sejak kampanye militer Israel diluncurkan di Gaza sebagai respons atas serangan kelompok Hamas.

Source link