Kejutan Terbaru di Raksasa Nuklir Muslim: 30 Tewas dalam Aksi Massa

by -60 Views

Kerusuhan Berdarah Guncang Kashmir, Pemerintah Pakistan Dituduh

Jakarta, CNBC Indonesia – Gelombang kerusuhan berdarah mengguncang wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan setelah aparat keamanan setempat dituduh menembak mati setidaknya 30 demonstran tanpa senjata dalam dua hari terakhir.

Tindakan tegas pemerintah terhadap aksi protes massal ini memicu eskalasi konflik terburuk dalam beberapa tahun terakhir di negara bersenjata nuklir tersebut. Kelompok masyarakat sipil lokal Joint Awami Action Committee (JAAC) melaporkan pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah puluhan ribu demonstran damai.

Aksi Protes dan Tuntutan Reformasi

Aksi protes massal yang telah berlangsung sejak Juni ini dipicu oleh tuntutan reformasi sistem pemilu dan penghapusan 12 kursi khusus pengungsi yang dinilai menjadi alat pemerintah pusat untuk mengontrol politik lokal. Guna meredam gejolak, pemerintah menerapkan pemadaman total jaringan komunikasi dan internet serta melakukan penangkapan massal terhadap para aktivis.

Juri Bicara JAAC, SA Khan, menuduh aparat keamanan Pakistan tidak hanya menembaki massa di kota Mirpur, tetapi juga sengaja menghilangkan jenazah para korban untuk menghapus bukti penembakan. Pihak keamanan dilaporkan mengunci rumah sakit setempat dan mengangkut mayat-mayat dari jalanan setelah kekerasan pecah.

Reaksi Internasional dan Tudingan antara Pakistan dan India

Pemerintah Pakistan membantah keras keterlibatan negara dalam penembakan massa demonstran sipil. Menteri Informasi Pakistan, Atta Tarar, dalam konferensi pers menuduh bahwa gelombang demonstrasi di Kashmir mendapat sokongan “dana dan instruksi” langsung dari India.

Eskalasi berdarah ini memicu keprihatinan internasional, di mana Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Türk mendesak dilakukannya penyelidikan independen. Amnesty International turut mendesak Islamabad untuk segera membuka kembali akses komunikasi serta menghentikan kekerasan ilegal terhadap warga.

Source link